Syaikh Zahran Alloush, amir Jaisyul Islam gugur dalam serangan udara di Ghautah Timur

178

Support Us

GHAUTAH (Arrahmah.com) – Seorang pemimpin faksi perlawanan Suriah dan kelompok yang paling kuat di pinggiran timur Damaskus, dilaporkan syahid (in syaa Allah) dalam serangan udara yang menargetkan markas kelompok pada Jum’at (25/12/2015).

Kematian Syaikh Zahran Alloush, amir Jaiyul Islam disebut-sebut sebagai pukulan besar untuk pejuang Suriah di pedesaan timur Damaskus yang dikenal dengan Ghautah. Namun seperti diketahui, faksi pejuang Suriah tidak akan kehilangan kekuatan meskipun petinggi mereka gugur, karena ini bukan pertama kalinya amir dari sebuah faksi perlawanan gugur dalam pertempuran.

Jenazah Syaikh Zahran Alloush Rahimahullah
Jenazah Syaikh Zahran Alloush Rahimahullah

Sumber mengatakan bahwa serangan oleh jet tempur Rusia menargetkan markas rahasia Jaisyul Islam, yang menurut data intelijen Barat memiliki sekitar 15.000 sampai 20.000 pejuang dan merupakan faksi terbesar di Ghautah Timur, lansir Zaman Alwasl.

Jaisyul Islam telah efektif menjalankan administrasi di Ghautah Timur sejak 2013 ketika kelompok tersebut terbentuk dari penggabungan sejumlah brigade.

Berita Terkait

Sumber menambahkan bahwa Syaikh Alloush gugur ketika mengadakan pertemuan dengan pemimpin kelompok lain di daerah Marj Al-Sultan yang telah menjadi target serangan utama rezim Nushairiyah dalam beberapa minggu terakhir.

Terdapat laporan yang saling bertentangan terkait serangan udara yang menyebabkan kematian Syaikh Alloush. Rezim Nushairiyah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang membunuh Syaikh Alloush namun beberapa sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jet tempur Rusia yang bertanggung jawab.

Menurut laporan Al Jazeera, Syaikh Alloush merupakan ulama kharismatik Salafi yang mendapat dukungan dari Arab Saudi. Kematian Alloush bisa mengancam masa depan pembicaraan damai karena itu menandakan bahwa Rusia dan rezim Suriah tidak benar-benar mengejar negosiasi.

Sebelum mendirikan Jaisyul Islam, Alloush merupakan pendiri Liwa Al-Islam bersama dengan ayahnya Syaikh Abdallah yang juga merupakan ulama Salafi yang berbasis di Arab Saudi.

Rami Abdurrahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan Ghautah Timur menjadi sasaran serangan udara Rusia pada Jum’at (25/12).

Sementara itu, jet Rusa juga menghantam rumah sakit bersalin di Azaz, provinsi Aleppo, membunuh sedikitnya 14 orang dan melukai beberapa lainnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Armenia tunjuk menhan baru pasca gencatan senjata Nagorno-Karabakh

YEREVAN (Arrahmah.com) - Presiden Armenia menunjuk menteri pertahanan baru pada Jumat (19/11/2020) setelah meluasnya kecaman terhadap pemerintah atas gencatan senjata yang mengamankan kemajuan bagi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pasca…

Sejarah militer Australia di Afghanistan

SYDNEY (Arrahmah.com) - Penyelidikan independen telah menemukan informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan tak bersenjata dan warga sipil di Afghanistan, dimana komando senior memaksa tentara…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Australia harus miliki sendiri laporan kejahatan pasukannya di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Pejabat tinggi militer Australia pada Minggu (22/11/2020) bahwa departemen pertahanan harus memiliki laporan terbaru mengenai pasukannya yang melakukan kejahatan di Afghanistan dan bersumpah untuk melakukan…

Obama akui gagal 'tangani' Suriah

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Mantan Presiden AS Barack Obama telah mengakui bahwa pemerintahannya gagal menangani "tragedi Suriah" selama masa kepresidenannya. Dalam wawancara dengan saluran Jerman NTV , Obama mengungkapkan: "Di bidang…

Iklan