Syaikh Zahran Alloush, amir Jaisyul Islam gugur dalam serangan udara di Ghautah Timur

Zahran Alloush, amir Jaisyul Islam
69

GHAUTAH (Arrahmah.com) – Seorang pemimpin faksi perlawanan Suriah dan kelompok yang paling kuat di pinggiran timur Damaskus, dilaporkan syahid (in syaa Allah) dalam serangan udara yang menargetkan markas kelompok pada Jum’at (25/12/2015).

Kematian Syaikh Zahran Alloush, amir Jaiyul Islam disebut-sebut sebagai pukulan besar untuk pejuang Suriah di pedesaan timur Damaskus yang dikenal dengan Ghautah. Namun seperti diketahui, faksi pejuang Suriah tidak akan kehilangan kekuatan meskipun petinggi mereka gugur, karena ini bukan pertama kalinya amir dari sebuah faksi perlawanan gugur dalam pertempuran.

Jenazah Syaikh Zahran Alloush Rahimahullah
Jenazah Syaikh Zahran Alloush Rahimahullah

Sumber mengatakan bahwa serangan oleh jet tempur Rusia menargetkan markas rahasia Jaisyul Islam, yang menurut data intelijen Barat memiliki sekitar 15.000 sampai 20.000 pejuang dan merupakan faksi terbesar di Ghautah Timur, lansir Zaman Alwasl.

Jaisyul Islam telah efektif menjalankan administrasi di Ghautah Timur sejak 2013 ketika kelompok tersebut terbentuk dari penggabungan sejumlah brigade.

Sumber menambahkan bahwa Syaikh Alloush gugur ketika mengadakan pertemuan dengan pemimpin kelompok lain di daerah Marj Al-Sultan yang telah menjadi target serangan utama rezim Nushairiyah dalam beberapa minggu terakhir.

Terdapat laporan yang saling bertentangan terkait serangan udara yang menyebabkan kematian Syaikh Alloush. Rezim Nushairiyah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang membunuh Syaikh Alloush namun beberapa sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jet tempur Rusia yang bertanggung jawab.

Menurut laporan Al Jazeera, Syaikh Alloush merupakan ulama kharismatik Salafi yang mendapat dukungan dari Arab Saudi. Kematian Alloush bisa mengancam masa depan pembicaraan damai karena itu menandakan bahwa Rusia dan rezim Suriah tidak benar-benar mengejar negosiasi.

Sebelum mendirikan Jaisyul Islam, Alloush merupakan pendiri Liwa Al-Islam bersama dengan ayahnya Syaikh Abdallah yang juga merupakan ulama Salafi yang berbasis di Arab Saudi.

Rami Abdurrahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan Ghautah Timur menjadi sasaran serangan udara Rusia pada Jum’at (25/12).

Sementara itu, jet Rusa juga menghantam rumah sakit bersalin di Azaz, provinsi Aleppo, membunuh sedikitnya 14 orang dan melukai beberapa lainnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.