Macet parah, YLKI: Pengguna jalan tol bisa tuntut pemerintah dan operator

192

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, para pengguna jalan tol bisa menuntut pemerintah dan operator jalan untuk mengganti rugi, baik kerugian materil dan atau kerugian immateril akibat macetnya ruas jalan tol.

“Bisa dituntut ganti rugi oleh masyarakat sebagai pengguna jalan tol, karena kemacetan yang mencapai puluhan jam itu telah merugikan konsumen jalan tol,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (25/12/2015), lansir Okezone.

Dia menjelaskan, alasan kenapa pemerintah dan operator jalan tol bisa dituntut ganti rugi oleh para penguna jalan tol. Sebab, kata dia, pemerintah telah gagal mengantisipasi lonjakan arus mudik Natal, yang berbarengan dengan liburan akhir pekan dan Maulid Nabi.

“Akibat kegagalan itu, pemerintah tidak menyiapkan sumber daya yang cukup, baik petugas polri, petugas tol, dan petugas lapangan lainnya,” kata Tulus.

Selain itu, operator jalan tol dan polisi juga dikatakannya tidak menertibkan truk-truk barang yang mengambil jalur tengah, sehingga makin memperparah kemacetan.

“Seharusnya truk-truk barang digiring untuk mengambil lajur kiri. Dan yang membandel bisa diberikan tilang oleh kepolisian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tulus mengungkapkan, setidaknya ada tiga kerugian yang dialami penguna jalan tol dalam dua hari ini.

Pertama, kerugian terhadap tarif tol yang dibayarkan. Seharusnya membayar tol adalah mendapatkan benefit atas kelancaran lalu-lintas, bukan malah kemacetan.

Kedua, kerugian terhadap bahan bakar selama macet. Puluhan liter bahan bakar terbakar percuma selama macet, dan ketiga, kerugian mengeluarkan ongkos lain selama macet, khususnya biaya untuk konsumsi, makan minum, dan lain-lain.

“Belum lagi kerugian imateril, hilangnya waktu libur, dan kerugian psikologis lainnya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui ratusan kendaraan roda empat terjebak kemacetan panjang berjam-jam di jalan tol, pada Kamis (24/12). (azm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Seteru Teluk dengan Qatar nyaris usai

RIYADH (Arrahmah.com) - Menteri luar negeri Arab Saudi telah menyatakan optimisme bahwa boikot tiga tahun terhadap Qatar oleh empat negara Arab, termasuk kerajaan, mungkin akan segera berakhir. “Kami telah membuat kemajuan signifikan…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

Hari Ini, Polisi Periksa Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Hari ini, Selasa (1/12/2020) Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq akan diperiksa polisi sebagai saksi terkait dugaan pelangaran protokol kesehatan dalam acara yang menimbulkan kerumuman massa di tengah…

Pemerintah Afghanistan dan Taliban capai kesepakatan tentang kerangka kerja perdamaian

DOHA (Arrahmah.com) - Dalam perkembangan terobosan, pemerintah Afghanistan dan Taliban mengkonfirmasi pada Rabu (2/12/2020) bahwa mereka telah menyetujui prosedur pembicaraan intra-Afghanistan. Kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

Psikiater dan Penceramah Kondang Dadang Hawari Meninggal Dunia karena Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Psikiater dan Penceramah Kondang  Prof. dr. Dadang Hawari mengembuskan napas terakhirnya. Ia meninggal karena Covid-19. Kabar duka ini disampaikan oleh dr. Irzan, melalui cuitannya melalui Twitter, Kamis…

Rusia dan rezim Asad tingkatkan serangan udara di Suriah tengah

HOMS (Arrahmah.com) - Angkatan udara Rusia dan rezim Suriah telah meningkatkan kehadiran udara mereka di Suriah tengah minggu ini, saat pesawat tempur mereka telah meluncurkan lusinan serangan udara terhadap posisi ISIS di wilayah provinsi…

PressTV: Senjata yang dipakai dalam pembunuhan Fakhrizadeh dibuat di "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Press TV Iran melaporkan pada Senin (30/11/2020) bahwa senjata yang digunakan dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran terkemuka Mohsen Fakhrizadeh minggu lalu dibuat di "Israel", musuh lama Republik Islam. "Senjata…

Turki kembali lanjutkan kampanye militer di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Angkatan Bersenjata Turki melanjutkan kampanye militer mereka di Suriah utara pada Selasa (1/12/2020), ketika pasukan mereka menyerang posisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) di provinsi Al-Raqqa dan Aleppo. Menurut…

Maaher Ditangkap Bareskrim di Bogor

BOGOR (Arrahmah.com) - Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait kasus ujaran kebencian di media sosial Twitter @ustadzmaaher_. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah