Sofia, #IWillProtectYou

49

Support Us

Apakah kekuatan dari sebuah hashtag?

Bagi seorang bocah muslim, setidaknya, hashtag #IWillProtectYou yang digunakan oleh para anggota militer dan veteran mampu meyakinkan gadis cilik yang ketakutan akan dideportasi dari AS setelah mendengar pernyataan kotroversial Donald Trump yang melarang muslim memasuki AS.

Melissa Yassini dari Dallas, Texas, mengatakan anaknya, Sofia, segera mengemas barang-barang keyangannya ke dalam tas untuk berjaga-jaga jika tentara datang untuk mengusir mereka dari rumah.

Melissa mengatakan di akun Facebook miliknya, “Hari menyedihkan di Amerika karena saya harus menenangkan anak saya yang berusia delapan tahun yang mendengar seseorang dengan rambut kuning bernama Trump ingin mengusir keluar semua Muslim dari Amerika.”

“Sofia memeriksa semua kunci pintu tiga sampai empat kali. Ini adalah terorisme. Tidak ada satu pun anak di Amerika yang layak untuk merasakan hal seperti ini.”

Melissa memposting pernyataannya setelah mendengar serangkaian pernyataan kontroversial Donald Trump pasca penembakan massal di San Bernardino yang menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 20 orang.

“Kita sering lupa, kita mengibarkan perang satu sama lain dengan kata-kata. Kita orang dewasa, bisa menghadapinya. Anak-anak yang menderita karena ini. Mereka pergi ke sekolah setiap hari, dan mereka takut untuk memberitahu orang bahwa mereka adalah Muslim. Ini harus dihentikan,” tulisnya di Facebook.

Pernyataan yang ditulis Melissa menjadi viral dan telah dibagian lebih dari 20.000 kali.

Kerri Peek, seorang veteran tentara merasa tersentuh mendengar pernyataan tersebut. Ia juga merasa sangat marah ketika Sofia khawatir tentara akan datang untuk mengusirnya. Peek merasa harus melakukan sesuatu untuk meyakinkan bahwa tidak akan ada tentara mengusirnya. Ia pun mengirim fotonya yang mengenakan seragam militer. Dan menuliskan pesan: “Inilah gambar saya sebagai seorang ibu dan tentara, aku akan datang untuk melindungimu.”

Peek juga mengajak rekan-rekannya untuk mengirim pesan dukungan kepada Sofia. Ia memulai hashtag #IWillProtectYou dan meminta para anggota militer dan veteran untuk berjanji melindungi anak-anak Muslim seperti Sofia dari diskriminasi.

Berita Terkait

“Pasang foto Anda yang menggunakan seragam tentara denga hashtag #IWillProtectYou agar anak-anak ini tahu bahwa kita tidak akan menyakiti mereka. Bahwa merka aman di sini, di Amerika,” tulis Peek di Facebook.

Para tentara dan veteran militer Amerika segera menanggapi, dalam akunnya ia menulis, “Sofia, sebagai orang Amerika, Marinir, dan seorang ayah, kisahmu sangat menghancurkan hati saya. Jangan takut, Sofia,kami akan melindungimu.”

Akun lain atas nama Elizabeth April, menulis, “Sofia, kamu adalah alasan saya mengabdi. Saya tidak akan bertanya agama seseorang sebelum saya membantu mereka. Saya cukup membantunya.”

@bryanchasebrown menulis, “Tidak ada seorang pun yang takut untuk tinggal di satu negara karena keyakinan mereka,” #Sofia #IWillProtectYou

Melissa mengungkapkan ia telah membaca semua dukungan untuk Sofia, dan Sofia merasa jauh lebih baik mengetahui bahwa ia adalah bagia dari Amerika.

(fath/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Iklan