Berita Dunia Islam Terdepan

Al-Qur’an tua itu diduga milik Abu Bakar Ash-Shiddiq

Sebuah Al-Qur'an kuno yang ditemukan di University of Birmingham, yang telah hilang selama lebih dari 100 tahun, dianggap sebagai miliki Abu Bakar, salah satu orang yang pertama memeluk Islam di luar keluarga Nabi.
11

BIRMINGHAM (Arrahmah.com) – Sebuah Al-Qur’an kuno yang telah ditemukan di University of Birmingham kemungkinan adalah milik Abu Bakar, salah satu sahabat Rasulullah yang pertama kali memeluk Islam.

Sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, penanggalan radiokarbon yang dilakukan pada bulan Juli menemukan bahwa penggalan Al-Qur’an itu setidaknya berusia 1.370 tahun, meningkatkan kemungkinan bahwa Al-Qur’an itu bisa menjadi salinan tertua dari kitab suci Islam yang pernah ada.

Jamal bin Huwareib, manajer Yayasan Muhammad bin Rashid Al Maktoum UEA untuk studi Islam, mengatakan bahwa dokumen awal seperti itu hanya bisa dimiliki oleh sejumlah kecil orang – yang paling mungkin dari mereka adalah Abu Bakar.

Abu Bakar diterima secara luas sebagai orang yang pertama masuk Islam di luar keluarga langsung Nabi Muhammad. Ia adalah teman dan penasihat terpercaya bagi nabi dan menjadi khalifah pertama tahun 632, yang berkuasa selama 27 bulan hingga wafatnya pada 634 Masehi.

Usia Al-Qur’an yang ditemukan di Birmingham kemungkinan telah dibuat pada tahun awal-awal Islam, ketika populasi Muslim dunia hanya berjumlah ratusan.

“Saya yakin ini adalah Al-Qur’an dari Abu Bakar,” kata Jamal bin Huwareib kepada BBC News.

Dia juga menambahkan: “Ini penemuan paling penting yang pernah ada bagi dunia Muslim.”

Kualitas perkamen dari Al-Qur’an yang ditemukan di Birmingham serta tulisan tangannya menunjukkan bahwa dokumen yang terdiri dari 200 lembar itu hanya bisa dibuat untuk seorang tokoh yang sangat penting, katanya.

“Versi ini, koleksi ini, naskah ini adalah akar Islam, itu adalah akar dari Al-Quran, ini akan menjadi revolusi dalam mempelajari Islam,” Jamal bin Huwareib melanjutkan.

Namun, tidak semua orang begitu meyakini bahwa Al-Qur’an yang ditemukan di Birmingham adalah milik Abu Bakar.

David Thomas, profesor Unversitas Birmingham mengatakan bahwa klaim Jamal bin Huwareib merupakan sebuat “lompatan yang sangat besar”, dan ia meyakini bahwa penanggalan radio karbon itu menunjukkan bahwa naskah itu sebenarnya dibuat sekitar 20 tahun setelah wafatnya khalifah pertama.

Al-Qur’an di Birmingham itu ditemukan di universitas kota itu awal tahun ini setelah hilang selama lebih dari satu abad.

Hal ini secara luas dianggap sebagai penemuan paling penting dari sebuah teks Islam selama ratusan tahun.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...