Rusia tolak tuduhan telah membunuh rakyat sipil Suriah

47

Support Us

MOSKOW (Arrahmah.com) – Rusia telah membantah laporan Amnesty International yang menuduh negara itu telah melakukan serangan udara secara membabi buta di Suriah.

Rusia menyebut laporan Amnesty International sebagai suatu kebohongan total.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan ia melihat “tidak ada yang spesifik dan tidak ada yang baru” dalam laporan itu, sebagaimana dilansir oleh BBC, Kamis (24/12/2015).

Dia juga membantah bahwa militer Rusia menggunakan amunisi curah di Suriah.

Amnesty International mengatakan bahwa pihaknya memiliki bukti kalau dua bulan pertama serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan sedikitnya 200 warga sipil.

Beberapa dari serangan itu bisa dihitung sebagai kejahatan perang, kata seorang pejabat Amnesty.

Amnesty juga meneliti serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan AS di Suriah, kata laporan tersebut.

AS jarang sekali mengakui kematian warga sipil atas serangan udara yang dikatakan menargetkan ISIS, yang dimulai pada bulan September 2014, meskipun beberapa kelompok pemantau mengatakan bahwa jumlah korban bisa mengalami ratusan.

Rusia memulai serangan udara di Suriah pada bulan September 2015, dan mengatakan bahwa Rusia bertindak atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Asad.

Dikutip dari Russian Today, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa PBB tidak dapat secara independen mengkonfirmasi informasi yang disajikan dalam laporan Amnesty International atas dugaan korban sipil akibat serangan udara Rusia di Suriah. Kementerian itu menolak temuan dalam laporan itu yang dianggap sebagai “kata-kata klise” yang kurang memiliki bukti kuat

“Sekali lagi, tidak ada yang konkrit atau baru yang telah diterbitkan, hanya kata-kata klise yang sama dan palsu yang telah kita bantah berulang kali,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Jenderal Mayor Igor Konashenkov, setelah meninjau laporan tersebut.

“Laporan ini terus menggunakan kalimat seperti ‘diduga serangan Rusia,’ ‘kemungkinan pelanggaran hukum internasional’ – banyak asumsi tanpa bukti,” katanya.

Selanjutnya Moskow mengatakan bahwa pihaknya meragukan keaslian foto udara yang digunakan oleh Amnesty International dan menyerukan kepada LSM setidaknya menyebutkan nama sumber informasi yang digunakan dalam laporan itu.

Berita Terkait

“Rentetan kebohongan itu bertujuan untuk menuduh pasukan Rusia yang mengebom rumah sakit Suriah. Kami segera menolak klaim-klaim ini, menyajikan bukti foto dan video yang komprehensif kepada publik. Sebuah ciri karakteristik dari semua tuduhan ini adalah kurangnya bukti nyata dan referensi ke saksi anonim,” kata Konashenkov kepada wartawan.

“Adapun tuduhan bom curah. Pesawat Rusia tidak menggunakan bom bom itu,” tambah Konashenkov.

Dia juga mengingatkan bahwa puluhan wartawan internasional yang mengunjungi basis Kheimim Rusia di Latakia merekam jet tempur Rusia yang mempersiapkan serangan mendadak tetapi “tidak pernah menyajikan rekaman atau mengajukan pertanyaan tentang bom curah karena tidak ada senjata seperti di pangkalan kami.”

Konashenkov mengatakan kepada wartawan bahwa Amnesty juga gagal untuk menyelidiki penggunaan bom curah oleh pasukan Kiev di Ukraina timur.

“Kami punya pertanyaan untuk Amnesty International: mengapa organisasi ini tetap diam dan menutup mata terhadap bukti nyata yang tak terbantahkan dari penggunaan bom curah oleh Angkatan Bersenjata Ukraina melawan kota di timur Ukraina,” kata Konashenkov, lansir Russian Today.

Dalam laporan tersebut, Amnesty mengatakan telah “meneliti dari jarak jauh” lebih dari 25 serangan Rusia yang berlangsung di Homs, Hama, Idlib, Latakia dan Aleppo antara 30 September dan 29 November, lansir BBC.

Salah satu serangan paling mematikan yang diuraikan dalam laporan itu terjadi di provinsi Ariha, Idlib, pada 29 November. Amnesty mengatakan bahwa setidaknya satu pesawat yang dicurigai adalah pesawat perang Rusia menembakkan tiga rudal ke pasar ketika tidak ada militer yang terlihat di dekat sasaran.

Sebuah laporan dari kelompok yang lain, Human Rights Watch, tiga hari lalu menuduh pasukan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia menggunakan bom curah dalam melawan kelompok oposisi.

Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Rusia “melakukan operasi sesuai dengan prinsip-prinsip dan norma-norma hukum internasional”.

Kremlin sebelumnya mendeskripsikan laporan serupa sebagai “perang informasi” yang bertujuan untuk mendiskreditkan operasinya di Suriah.

Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Oktober bahwa laporan dugaan korban sipil telah muncul bahkan sebelum serangan udara pertama dilakukan.

Masih menjadi teka-teki siapa yang bertanggung jawab atas perang Suriah yang telah memasuki tahun ke lima, dan telah menghancurkan kehidupan banyak orang. Setidaknya Lebih dari 250.000 orang diyakini telah tewas dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak konflik dimulai di Suriah pada Maret 2011.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

ISIS serang Baghdad, 6 pasukan keamanan Irak tewas

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Enam personel keamanan Irak dan tiga warga sipil tewas dalam penyergapan pada Sabtu (21/11/2020) yang dilakukan oleh kelompok ISIS di utara Baghdad, kata polisi dan seorang pejabat setempat. Sumber polisi…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Iklan