Berita Dunia Islam Terdepan

Pertempuran sengit di provinsi Helmand mengakibatkan warga sipil terjebak tanpa makanan dan air

Peta provinsi Helmand, Afghanistan
3

HELMAND (Arrahmah.com) – Warga di distrik Sangin, provinsi Helmand, Afghanistan selatan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka terjebak dalam pertempuran sengit tanpa makanan dan air saat pertempuran terus berlanjut dan telah melewati hari ketiga antara pasukan Afghanistan dengan pejuang Imarah Islam Afghanistan (IIA).

Atiqullah Rehman, warga Sangin yang ingin melarikan diri dari daerah tersebut namun belum mampu, mengatakan bahwa keluarganya tidak makan selama dua hari terakhir, lansir Al Jazeera pada Selasa (22/12/2015).

“Sejak Taliban mengambil alih distrik, seluruh pasar telah ditutup. Semua orang mencoba untuk pergi tapi kami tidak bisa melangkah keluar dari rumah kami,” ujar Rehman.

“Kami mungkin akan tertembak. Sangat buruk keadaan disini.”

Menurut kepala polisi boneka Afghanistan untuk provinsi Helmand, Abdul Rahman Sarjang, pertempuran sedang berlangsung karena distrik Sangin masih berada di bawah kontrol Taliban (baca: Imarah Islam Afghanistan).

“Kami dan pasukan Afghan bergerak perlahan dan hati-hati untuk merebut kembali pusat Sangin,” klaimnya kepada Al Jazeera.

Warga Sangin lainnya, Esmatullah, berhasil keluar dari lokasi pertempuran dengan empat anggota keluarganya dan saat ini mereka berada di Lashkar Gah. Mereka berjalan kaki selama satu jam dari Sangin menuju Lashkar Gah. Mereka meninggalkan barang-barang mereka di rumah.

“Kami tidak tahu kapan kami dapat kembali ke rumah. Mungkin tidak dalam waktu dekat,” ungkapnya.

“Dalam ketakutan kehilangan nyawa kami atau mati karena kelaparan, kami harus meninggalkan segalanya dan pindah ke Lashkar Gah,” lanjutnya.

“Tidak mudah bagi kami saat ini, namun saya memiliki keluarga di sini yang bisa mengurus kami.”

Menteri Pertahanan Inggris mengatakan pada Selasa (22/12) bahwa tentara Inggris akan dikerahkan ke provinsi Helmand untuk membantu pasukan Afghanistan, namun mereka mengklaim bahwa mereka tidak akan bertempur.

“Sebagai bagian dari kontribusi untuk NATO yang tengah berlangsung, sejumlah kecil personil Inggris telah dikerahkan ke Kamp Shorabak di provinsi Helmand sebagai penasehat,” ujar juru bicara kementerian pertahanan Inggris.

Helmand Utara telah dikuasai oleh Mujahidin IIA

Menurut laporan yang dipublikasikan di situs resmi IIA berbahasa Inggris, Voice of Jihad, Mujahidin IIA awal tahun ini telah menguasai distrik Musa Kala dan Nawzad yang terletak di Helmand utara. Hal ini berhasil memotong rute pasokan musuh dan melemahkan kekuatan musuh di distrik Kajaki, Sangin, Babaji dan Marjah.

Selama hampir satu minggu terakhir, Mujahidin berhasil mengambil alih sejumlah besar pos pemeriksaan militer dan basis militer di distrik Sangin dan Gerishk, meraih sejumlah besar ghanimah (harta rampasan perang) dan membuat moral tentara musuh turun drastis.

Distrik-distrik di utara Helmand telah sepenuhnya berada di tangan Mujahidin dan saat ini tengah berlangsung pertempuran di selatan, yaitu di Marjah, Nad Ali, Khani Sheen, Chanjir dan Babaji. Mujahidin juga berhasil membatasi pengaruh tentara boneka Afghanistan di ibukota provinsi, Lashkar Gah. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...