Pengungsi Suriah ini berenang selama 7 jam dari Turki menuju Yunani

52

Support Us

TURKI (Arrahmah.com) – Seorang pengungsi Suriah membelah lautan dan melawan arus mematikan dengan berenang selama 7 jam dari Turki menuju Yunani.

Ameer Mehtr mengungkapkan ia tidak memiliki cukup uang untuk membayar penyelundup yang dapat mengangkutnya ke Eropa setelah keluarganya kehilangan rumah mereka dan dibiarkan miskin akibat dari lima tahun perang yang melanda tanah airnya.

Setelah sebelumnya dilatih dengan tim renang nasional Suriah di ibukota Damaskus, Mehtr menyadari satu-satunya kesempatan untuk memulai hidup baru di Uni Eropa adalah dengan mengambil peluang berenang empat mil laut Aegan dari Turki ke Pulau Samos, Yunani.

Sebagaimana dilansir Independent (22/12/2015), ia menghabiskan beberapa bulan untuk mempersiapkan penyeberangan yang berbahaya. Ia setiap hari berenang dengan pelatihnya di laut lepas pantai ibukota Lebanon, Beirut, dimana ia telah tinggal di sana setelah melarikan diri dari Suriah pada bulan Mei.

Tidak sampai September, ia merasa siap untuk mencoba menyebrang. Ia telah menghabiskan waktu mempelajari peta dari Aegan untuk berlatih di luar rute terpendek antara Turki dan Samos.

Pada waktu malam ia akhirnya turun ke air dekat kota Guzelcamli. Ia mengatakan harus berjalan selama lebih dari satu jam untuk menghindari polisi Turki yang menjaga pantai untuk mencari penyelundup manusia.

Mehtr segera memulai berenang, ia hanya menggunakan celana pendek, topi renang, kacamata renang, dan penjepit hidung.

Sejumlah barang-barang pribadi miliknya termasuk telepon, beberapa chip komputer berisi foto-foto lama keluarga dan tanah airnya yang penuh kenangan, diikat di pinggangnya. Ia juga membawa sebungkus kurma rasa jahe sebagai satu-satunya sumber energi dan gizi di perjalanan.

Berita Terkait

“Setiap detik perjalanan, saya berpikir saya akan mati,” katanya kepada The Sunday Times.

“Tapi saya terus berenang. Aku melihat tebing di depan saya dan berpikir inilah masa depan saya,” katanya.

Melawan segala rintangan, Mehtr akhirnya berhasil sampai ke Samos, dimana ia difoto berdiri penuh kemenangan di pantai dengan tangan terentang dan senyum lebar di wajahnya.

Perjuangannya belum selesai, karena ia harus berjalan sejauh 7 mil sebelum mencapai pelabuhan dimana ia bisa resmi terdaftar dengan pejabat Uni Eropa sebagai pengungsi.

Mehtr kemudian menghabiskan satu bulan tinggal di kamp-kamp pengungsi di Eropa dan melakukan perjalanan dengan kereta api yang penuh sesak dengan dengan para migran menuju Swedia.

Mehtr sekarang tinggal di pusat suaka di negara Skandinavia.

“Saya bukan satu-satunya yang melakukan perjalanan seperti ini, ada banyak lagi yang telah berenang,” katanya.

“Kami memiliki grup Facebook, saya memberitahu kepada yang lainnya tentang cara berkemas, bagaimana berpikir untuk membuat transisi. Tapi sekarang, tidak ada yang berenang, terlalu dingin untuk berada di dalam air.”

(fath/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Saudi penjarakan saudara laki-laki Syaikh Salman Al-Audah

RIYADH (Arrahmah.com) - Dr. Khaled Al-Audah, saudara dari ulama terkemuka Saudi Syaikh Salman Al-Audah, dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh pengadilan Saudi atas tuduhan penghasutan, Anadolu Agency melaporkan. Kantor berita…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

HRS Center: Sudah Terjadi 398 Kerumunan, Kenapa Baru Anies Dipanggil?

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab (HRS) Center menanggapi pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh polisi terkait dengan terjadinya kerumunan di Jakarta. Dalam keterangan resminya, Kamis (19/11/2020), HRS Center…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Armenia tunjuk menhan baru pasca gencatan senjata Nagorno-Karabakh

YEREVAN (Arrahmah.com) - Presiden Armenia menunjuk menteri pertahanan baru pada Jumat (19/11/2020) setelah meluasnya kecaman terhadap pemerintah atas gencatan senjata yang mengamankan kemajuan bagi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pasca…

Iklan