Putin: Rusia akan terus mengembangkan senjata nuklir

54

Support Us

MOSKOW (Arrahmah.com) – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan terus mengembangkan senjata nuklir tetapi tidak berniat untuk menggunakannya.

Putin membuat komentar tersebut dalam sebuah film dokumenter yang bertajuk “World Order” yang ditayangkan di televisi pemerintah hari Ahad malam (20/12/2015), sebagaimana dilansir oleh CBS News.

“Rusia sebagai negara nuklir terkemuka akan meningkatkan senjata ini sebagai faktor penahanan; triad nuklir adalah dasar dari kebijakan keamanan nuklir kami,” katanya, mengacu pada tiga sistem pelepasan utama untuk hulu ledak nuklir – pesawat pengebom, rudal balistik antarbenua dan kapal selam ICBM.

“Kami tidak pernah mengacungkan dan tidak akan menodongkan kelompok senjata nuklir ini, tapi doktrin militer kami mengalokasikan sebuah tempat dan peran,” katanya, menurut kutipan yang dilaporkan oleh kantor berita Rusia Tass.

Putin dan NATO telah terlibat debat terbuka dalam beberapa tahun terakhir terkait kemampuan penangkal nuklir Rusia. Pada bulan November, presiden Rusia berjanji untuk menangkal program pertahanan rudal AS yang dipimpin NATO dengan mengerahkan senjata penyerang baru yang mampu menembus perisai rudal AS.

Berita Terkait

Putin mengatakan kepada para pejabat pertahanan bahwa dengan mengembangkan pertahanan terhadap rudal balistik, Washington bertujuan untuk menetralkan penangkal nuklir strategis Rusia dan mendapatkan keunggulan militer yang mutlak.

Dia juga mengatakan bahwa Moskow akan merespon dengan mengembangkan sistem rudal penyerang yang mampu menembus setiap sistem pertahanan rudal AS.

“Selama tiga tahun terakhir, perusahaan-perusahaan industri militer telah menciptakan dan berhasil menguji sejumlah sistem senjata prospektif yang mampu melakukan misi tempur di sistem pertahanan rudal berlapis. Sistem semacam itu sudah mulai memasuki militer tahun ini . Dan sekarang kita berbicara tentang pengembangan senjata jenis baru,” kata Putin.

Pernyataan Putin mengenai senjata nuklir terjadi di tengah tekanan berat dalam hubungan Rusia dengan AS dan sekutu NATO-nya, yang telah jatuh ke titik terendah sejak Perang Dingin selama krisis di Ukraina dan Suriah.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Sejarah militer Australia di Afghanistan

SYDNEY (Arrahmah.com) - Penyelidikan independen telah menemukan informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan tak bersenjata dan warga sipil di Afghanistan, dimana komando senior memaksa tentara…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Iklan