Turki tingkatkan keamanan di sepanjang perbatasan Suriah

53

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Sebuah tulisan di sebuah bangunan barak di pos pemeriksaan Köprübatı, yang menghadap ke wilayah kelompok ISIS, terpampang semboyan: “perbatasan ini adalah kehormatan kami, dilindungi dengan hati dan kekuatan kami.”

Sebagaimana dilansir oleh Al-Bawaba, Kamis (17/12/2015), batalyon perbatasan pertama bertanggung jawab untuk menangkis para penyusup, penyelundup dan ‘teroris’ sepanjang 6 km. Sepanjang tahun ini, mereka melaporkan telah menangkap lebih dari 900 anggota ISIS, yang membawa paspor dari 54 negara.

Köprübatı adalah salah satu dari 139 pos di sepanjang perbatasan Suriah.

Letnan Kolonel Ahmet Arik mengatakan kepada Euronews: “Jika ada jenis gerakan ilegal di daerah kami, kami melakukan intervensi. Pasukan perbatasan tidak pernah mengizinkan penyeberangan yang tidak sah ke perbatasan kami, mematuhi perjanjian internasional dan undang-undang nasional kami.”

Tentara Turki mengatakan bahwa sebanyak 30 persen dari angkatan darat Turki dikerahkan untuk mengawasi perbatasan.

Sebuah tembok dengan panjang lebih dari 80 km sedang dibangun, untuk memisahkan provinsi Kilis dan Gaziantep di Turki dari wilayah Aleppo di Suriah.

Berita Terkait

Kolonel Arik mengatakan: “Untuk memperkuat perbatasan kami, tembok modular setinggi tiga meter telah didirikan, dan konstruksi masih berlanjut. Dengan cara ini, kami berharap dapat meningkatkan kontrol yang efektif terhadap arus pengungsi dan untuk menghentikan pelanggaran ilegal di perbatasan kami.”

Menurut Profesor Mesut Hakki Casin di Özyeğin University di Istanbul: “Tembok yang sedang dalam pembangunan itu akan mengurangi aliran pengungsi tetapi tidak dapat menghentikannya. Eropa memberikan tekanan besar kepada Turki mengenai keamanan perbatasan, dengan tuduhan bahwa pejuang asing melintasi wilayah Turki. Turki kini mengirim para pejuang itu kembali ke Inggris, Perancis dan Jerman.”

AS telah lama menyerukan kepada Turki untuk memperketat kontrol perbatasan dengan Suriah. Ankara lebih bersedia untuk melakukannya sekarang dimana Turki sedang mencari dukungan NATO sehubungan dengan memburuknya hubungan negara itu dengan Rusia.

Pos Perbatasan Köprübatı hanya beberapa kilometer jauhnya dari Jarabulus, sebuah kota Suriah yang berada di bawah kendali ISIS. Pemerintah Turki telah menyatakan daerah ini sebagai zona “keamanan khusus”.

Pasukan militer Turki sedang mencoba untuk mencapai keseimbangan antara mencegah penyusupan ISIS serta mengontrol dan menangani para pengungsi, mengingat pertimbangan kemanusiaan. Tindakan pencegahan keamanan juga merupakan sesuatu yang penting bagi Turki.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Aparat Gabungan Dikerahkan Copot Spanduk HRS di Jateng

SEMARANG (Arrahmah.com) - Aparat gabungan dikerahkan untuk menyisir baliho bergambar Habib Rizieq di seluruh wilayah Jawa Tengah. "Pencopotanya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Spanduk yang dicopot…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

FPI Heran TNI Urus Baliho, Itu Tugasnya Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Front Pembela Islam (FPI) mengaku heran dengan pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut penurunan baliho Imam Besar Habib Rizieq Syihab yang dilakukan personel TNIatas perintahnya.…

Australia harus miliki sendiri laporan kejahatan pasukannya di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Pejabat tinggi militer Australia pada Minggu (22/11/2020) bahwa departemen pertahanan harus memiliki laporan terbaru mengenai pasukannya yang melakukan kejahatan di Afghanistan dan bersumpah untuk melakukan…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Obama akui gagal 'tangani' Suriah

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Mantan Presiden AS Barack Obama telah mengakui bahwa pemerintahannya gagal menangani "tragedi Suriah" selama masa kepresidenannya. Dalam wawancara dengan saluran Jerman NTV , Obama mengungkapkan: "Di bidang…

Iklan