Berita Dunia Islam Terdepan

Tandingi Konferensi Riyadh, Ulama Mujahidin Syaikh Abdullah Al-Muhaisini gelar Konferensi Aleppo Selatan

35

ALEPPO (Arrahmah.com) – Mujahidin di Aleppo telah merilis sebuah video berjudul “Konferensi di Pedesaan Aleppo Selatan” yang dipublikasikan dengan tujuan untuk menandingi Konferensi Riyadh.

Dalam video singkat ini, Syaikhul Mujahidin Abdullah Al-Muhaisini menyampaikan untaian risalah sebagai pembakar semangat untuk umat Islam dan sebagai sebuah peringatan keras untuk musuh-musuh umat ini.

Video ini direkam di Banisy, lokasi di mana Mujahidin Jabhah Nushrah berhasil menewaskan lebih dari 80 orang milisi Syiah dari berbagai negara dan tentara rezim, sekaligus menggagalkan usaha mereka untuk merebut kembali desa Banisy.

Dalam video ini, Syaikhul Mujahidin Abdullah Al-Muhaisini duduk di atas sekitar tiga puluh mayat tentara Irak, Libanon dan milisi Syiah Iran, sembari menyerukan kepada umat Islam untuk berhijrah dan berjihad ke Suriah demi mendukung dan menolong kaum Muslimin, sebagaimana milisi ini telah bermigrasi ke Suriah untuk mendukung rezim Nushairiyah.

Syaikh Muhaisini memperingatkan umat Islam, bahwa jika mereka tidak menghentikan gelombang pasukan Syiah Rafidhah di Suriah, mereka akan berbaris maju sampai mereka mencapai Mekkah dan di sana mereka akan menodai tempat-tempat suci dan menghinakan kehormatan kuburan para sahabat.

Ia menyerukan kepada umat Islam untuk mendukung faksi-faksi Mujahidin yang jujur di Suriah dan ia menyerukan kepada para pemuda untuk bergabung dengan mereka. Ia memperingatkan mereka untuk tidak tinggal di belakang dan hanya duduk di hadapan perang bersejarah dan perang penentuan antara Islam dan Kekafiran ini.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Suriah atas pengorbanan mereka yang sangat besar dan menyerukan kepada rakyat Suriah untuk tetap teguh dalam prinsip mereka.

Sebagaimana dilansir Muqawamah Media pada Kamis (17/12/2015), Syaikh Muhaisini mengatakan:

“Agama Islam dan proyek Islam bukanlah agama faksi dan bukan proyek yang dibatasi oleh sebuah faksi. Islam adalah agama kalian, proyek kalian, dan manhaj kalian. Kalian adalah penjaga dari aqidah ini. Kalian adalah penjaga revolusi yang telah kalian mulai. Jika kalian melihat ada faksi yang menjadi menyimpang dan sesat, maka luruskan mereka. Kalian adalah kekuatan dan motivasi yang tidak akan rusak, dan kalian adalah pihak yang kami andalkan setelah kami bersandar kepada Allah. Ratusan ribu syuhada yang telah menuangkan darah mereka di Suriah telah mendapatkan derajat mereka dan menyuburkan jihad ini karena mereka mengatakan ‘Ini adalah untuk Allah. Ini adalah untuk Allah.’ Dan kalian telah mengatakan sejak hari pertama revolusi, ‘Pemimpin kami sampai akhir adalah tuan kita Muhammad.’

Duhai rakyat Suriah, para syuhada kalian sangat menginginkan agar Suriah menjadi sebuah Negara Islam, maka dari itu saya memperingatkan kalian agar jangan sampai saat kalian bertemu Allah, kalian dipertemukan dengan para syuhada tersebut dan mengatakan kepada mereka, ‘Kami telah membuat Suriah kembali menjadi negara sekuler setelah kalian ingin agar Suriah menjadi negara Islam.’

Mereka (orang-orang di Muktamar Riyadh) ingin menipu kalian dengan solusi bagi orang-orang yang kalah, yakni agar kalian menerima sekularisme, perdamaian yang menghinakan, gencatan senjata, dan sejenisnya. Dengan demikian kalian akan menyia-nyiakan darah para syuhada kalian. Jadi janganlah kalian mengkhianati darah ini. Kalian adalah orang-orang yang menjadi tujuan dari risalah Islam ini, kalian adalah orang-orang yang memegang Proyek Islam ini, dan kita akan berada di belakang kalian, mendukung kalian, menjadi pedang bagi kalian, sampai kami bisa mewujudkan keinginan kalian.”

Terakhir, ia memperingatkan Syiah Rafidhah dan menjanjikan kematian kepada mereka dan ‘konferensi’ seperti yang yang diikuti oleh mayat-mayat mereka di Banish. Ia menjanjikan “Konferensi Mayat-mayat Syiah” seperti ini di seluruh Suriah.

Sebelum mengakhiri ceramahnya dengan seruan penghinaan dan ancaman kepada Syiah Rafidhah, Syaikh Muhaisini mengingatkan mereka bahwa mereka akan dibantai oleh Mujahidin sebagaimana yang mereka dapatkan di Banish, meskipun pada faktanya Syiahlah yang telah lebih dulu membumi hanguskan pedesaan Banish dengan roket-roket mereka.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...