"Koalisi Militer Islam" pimpinan Saudi akan siapkan pasukan darat untuk melawan kelompok "teroris"

Raja Salamn bin Abdul Azis
20

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Aliansi Islam yang baru dibentuk akan menyiapkan pasukan darat untuk melawan Daulah, ungkap Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir, merujuk pada kelompok “Daulah Islamiyah” atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, Rabu (16/12/2015).

“Aliansi ini akan berbagi intelijen dan melatih, melengkapi serta menyediakan pasukan jika perlu,” katanya kepada wartawan di Paris.

Ketika ditanya apakah mereka akan memberikan pasukan di lapangan, menteri mengatakan “Hal itu tergantung pada permintaan yang datang, kebutuhan dan kemauan negara untuk memberikan dukungan yang diperlukan,” tambahnya, sebagaimana dilansir MEMO.

Al-Jubeir mengharapkan jumlah negara-negara yang akan bergabung dengan aliansi baru itu meningkat.

Dia menggambarkan aliansi itu sebagai “tanda komitmen negara-negara Islam untuk memerangi terorisme.”

Awal pekan ini, Pangeran Saudi yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Muhammad bin Salman mengumumkan pembentukan “koalisi militer Islam” 34 negara untuk memerangi terorisme.

Namun demikian, Pangeran Muhammad bin Salman menegaskan bahwa koalisi ini bukan hanya akan menargetkan “teroris” ISIS, melainkan juga menargetkan seluruh organisasi yang dianggap sebagai “organisasi teroris”.

Kantor berita Saudi SPA melaporkan pernyataan yang mengatakan koalisi baru itu akan memiliki pusat operasi gabungan yang berbasis di Riyadh untuk “mengkoordinasikan dan mendukung operasi militer” mereka.

Yordania, Mesir, Turki, Uni Emirat Arab, Pakistan, Qatar, Bahrain, Bangladesh, Benin, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestine, Komoro, Ivory Coast, Kuwait, Lebanon, Libya, Maladewa, Malaysia, Mali, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria dan Yaman merupakan negara-negara yang turut bergabung dalam koalisi tersebut.

Berikut daftar organisasi atau kelompok yang masuk ke dalam daftar “teroris” versi koalisi pimpinan Saudi tersebut, seperti dilansir Muqawamah Media:

  1. Daulah Islam atau yang lebih dikenal dengan ISIS
  2. Jabhah Nushrah
  3. Ikhwanul Muslimin
  4. Al-Qaeda seluruh cabang
  5. Abu Sayyaf
  6. Partai Kurdistan
  7. Anshar Baitul Maqdis
  8. Boko Haram
  9. “Hizbullah”
  10. Houtsi
  11. Taliban

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.