ICMI ajak cendikiawan menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam

Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie (kiri) pada Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI di Mataram, NTB
17

MATARAM (Arrahmah.com) – Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, mengajak seluruh cendekiawan Muslim di Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam.

“Indonesia sebagai negara dengan berpenduduk Muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban Islam di dunia. Untuk itu, peran ICMI sangat besar untuk mewujudkannya,” papar Jimly, lansir icmi.or.id

Selain itu, dia mengajak seluruh muktamirin untuk jangan sampai menjadikan jabatan dan kekayaan sebagai tujuan dalam kehidupan akan tetapi sebagai jalan untuk memperoleh kemuliaan dari Allah.

“Orang yang punya jabatan tinggi dan kekayaan yang berlimpah belum tentu mereka memiliki kemuliaan di mata Allah meski terlihat mulia di mata manusia,” Kata Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia ini.

Jimly Asshiddiqie terpilih menjadi Ketua Umum ICMI setelah terjadi mufakat dalam musyawarah di antara Majelis Permusyawaratan Muktamar VI ICMI, Ahad (13/12/2015) di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pemilihan diawali dengan penjaringan kandidat yang mencapai 63 orang, lalu dikerucutkan menjadi 15 orang. Melalui pemungutan suara, ditetapkan tujuh kandidat dengan perolehan suara terbanyak sebagai formatur. Kemudian, Jimly ditetapkan sebagai ketua umum berdasarkan musyawarah mufakat.

Jimly adalah Ketua Umum ICMI pertama yang berlatarbelakang hukum. Sebelumnya, ‘Nahkoda’ ICMI berasal dari beragam latarbelakang mulai dari insinyur yakni Prof BJ Habibie, ekonom Adi Sasono, pakar politik Marwah Daud Ibrahim, atau tokoh pendidikan Prof Nanat Fatah Natsir (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.