Pasca penembakan jatuh jet tempur Rusia, ini lima dampak yang akan dihadapi Turki

106

Support Us

MOSKOW (Arrahmah.com) – Ketika Turki menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia pada bulan November, mungkin tidak pernah menduga akan mendapat reaksi yang keras dari Rusia. Namun, Rusia tidak mau memandang remeh insiden tersebut, dan segera mulai menerapkan serangkaian langkah-langkah agresif untuk secara efektif menghukum Turki atas tindakannya.

Tidak mengherankan, jika hubungan antara kedua negara itu semakin memburuk. Pasca insiden tersebut, berikut adalah lima langkah yang diterapkan Rusia untuk mempersulit Turki, sebagaimana dilansir oleh Al Bawaba, Senin (14/12/2015).

1. Turki akan menghadapi musim dingin jika Rusia memotong pasokan gas

Rusia berada dalam posisi yang kuat atas Turki untuk beberapa alasan, dan gas alam ini bisa dibilang merupakan yang paling penting. Menjadi pemasok gas alam terbesar bagi Turki, Rusia memiliki potensi untuk menimbulkan kekacauan bagi pasokan energi Turki. Turki tampaknya menyadari hal ini, dimana Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya kemungkinan akan menemukan pemasok gas alam yang lain.

2. Rusia melarang warganya berlibur ke Turki

Tahun lalu, diperkirakan sebanyak 3,2 juta Rusia mengunjungi Turki, menjadikannya sebagai tujuan yang paling diminati bagi wisatawan Rusia. Namun, pasca insiden penembakan jatuh jet, Rusia melarang paket wisata ke Turki. Hal ini akan memiliki pengaruh yang besar terhadap industri pariwisata Turki.

Berita Terkait

3. Buah dan sayuran Turki tidak lagi memenuhi rak-rak supermarket Rusia

Menurut pejabat Rusia, kontrol atas impor makanan dari Turki akan diperketat. Menteri Pertanian Rusia, Alexander Tkachev, mengatakan bahwa 15 persen dari hasil pertanian Turki tidak memenuhi standar Rusia.

4. Pembatasan kain Turki berarti tidak ada baju anti-Turki

Pengiriman kain Turki ke Rusia telah tertunda karena ketegangan yang sedang berlangsung, yang menyebabkan produsen baju Rusia mengalami kekurangan bahan baku yang mereka andalkan. Bahkan, media lokal melaporkan bahwa baju yang bertuliskan slogan anti-Turki tidak bisa diproduksi karena desainer mengalami kekurangan bahan baku yaitu berupa kain dari Turki.

5. Penerbangan carter Turki dilarang terbang ke Rusia

Dmitry Medvedev, Perdana Menteri Rusia, dilaporkan telah memerintahkan untuk melarang semua penerbangan carter ke Turki sejak 1 Desember. Hanya pesawat yang membawa wisatawan Rusia kembali ke Rusia dari Turki yang akan diizinkan. Penerbangan reguler antara kedua negara juga akan dikenakan pengawasan ekstra untuk memastikan keamanan.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Gaza mengekspor minyak zaitun ke negara-negara Teluk untuk pertama kalinya

GAZA (Arrahmah.com) - Kementerian Pertanian Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka akan mengimpor minyak zaitun Palestina untuk pertama kalinya dari kantong yang terkepung, ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Berbicara kepada…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Houtsi klaim rebut wilayah di selatan Saudi

NAJRAN (Arrahmah.com) - Gerakan Ansarallah (pasukan Houtsi) megklaim telah mencetak kemajuan besar baru-baru ini di wilayah selatan Arab Saudi, menyusul operasi besar di dalam wilayah Al-Dahrah di Provinsi Najran. Menurut klaim yang…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Gantz hadapi tekanan dari partainya untuk bubarkan Knesset

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Anggota Partai Biru dan Putih "Israel" menekan pemimpin mereka Benny Gantz, Menteri Pertahanan "Israel", dan Perdana Menteri Pengganti, untuk membubarkan Knesset dan memaksa negara itu memasuki pemilihan keempatnya…

Iklan