Rusia dan Turki kembali terlibat konfrontasi

65

Support Us

MOSKOW (Arrahmah.com) – Sebuah kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal penangkap ikan Turki di Laut Aegea dan Moskow memanggil atase militer Turki, menyusul ketegangan yang antara kedua negara itu.

Sebagaimana dilansir oleh FT, Ahad (13/12/2015), Smetllivy, sebuah kapal pemandu rudal dalam Armada Mediterania Rusia, memperingatkan kapal penangkap ikan melalui radio, kemudian dengan nyala api dan akhirnya dengan tembakan peringatan ketika jarak kedua kapal itu tinggal sekitar 600 meter. Pemerintah Rusia mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk menghindari tabrakan.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa kapal Turki mendekati kapal perang Rusia dalam posisi yang sangat berbahaya, dan tidak menanggapi peringatan atau melakukan kontak radio. Kapal nelayan Turki itu mengubah haluannya setelah mendapat tembakan peringatan.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mengatakan bahwa Anatoly Antonov, Wakil Menteri Pertahanan Rusia, menegur atase pertahanan Turki tentang “konsekuensi yang berpotensi bencana akibat tindakan sembrono Turki terhadap rombongan militer Rusia yang sedang menunaikan misi dalam perang melawan ‘terorisme internasional’ di Suriah.”

Para pejabat Turki tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar. Mevlut Cavusoglu, menteri luar negeri Tukri, mengatakan kepada TRT-World, saluran televisi yang didukung oleh negara, bahwa Turki sedang menyelidiki insiden itu, menyusul semakin memburuknya hubungan antara Moskow dan Ankara.

Berita Terkait

Kedua negara itu sebelumnya bekerjasama di berbagai bidang, terutama energi, karena Rusia adalah pemasok utama gas alam Turki, dan telah merencanakan untuk membangun reaktor nuklir pertama serta pipa baru untuk memompa gas melalui wilayah Turki ke Yunani dan negara-negara Uni Eropa lainnya.

Tapi hubungan telah memburuk antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Pesawat F-16 Turki telah menembak jatuh sebuah jet tempur Sukhoi Rusia bulan lalu, setelah tersesat sebentar ke wilayah udara Turki saat mengebom kelompok oposisi Turkmen di Suriah utara yang didukung Turki.

Sejak itu, Rusia telah menjatuhkan sanksi terhadap Turki, menekan ekspor perdagangan pariwisata dan pertanian negara itu, dan mengancam akan menjatuhkan sansi yang lebih berat lagi.

Putin juga menuduh keluarga Erdogan mengambil keuntungan pribadi dari penjualan minyak oleh ISIS. Turki dengan tegas menolak tuduhan itu, dan pekan lalu, Turki menuduh Rusia melakukan “pembersihan etnis” di wilayah barat laut Suriah tempat jatuhnya jet Rusia.

Kehadiran dua koalisi yang terpisah di medan perang Suriah – sebuah kelompok yang dipimpin AS yang mencakup Turki di satu sisi serta Iran dan Rusia di sisi lain – telah lama memicu kekhawatiran terjadinya kecelakaan atau konfrontasi yang tidak diinginkan.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

DKI Kaji Rencana Pembelajaran Tatap Muka Awal 2021

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tengah mengkaji rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. "Bidang pendidikan memang belum dibuka tapi sedang dalam proses kajian," kata Riza usai…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Rusia hentikan PBB daftar hitamkan milisi Libya

NEW YORK (Arrahmah.com) - Rusia pada Jumat (20/11/2020) menghentikan komite Dewan Keamanan PBB dari mendaftarhitamkan kelompok milisi Libya dan pemimpinnya atas pelanggaran hak asasi manusia. Rusia berceloteh ingin melihat lebih banyak…

Sudah Dua Pekan Para Pengungsi Merapi Menempati Barak Pengungsian

MAGELANG (Arrahmah.com)  - Naiknya status Siaga atau Level III Gunung Merapi membuat ribuan warga baik di DI Yogyakarta maupun di Jawa tengah harus mengungsi, terutama jika lokasi rumahnya berada didalam radius 5 kilometer dari puncak…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Iklan