Kehilangan kakinya ketika di Irak, tentara Inggris ini menolak Islamofobia

67

Support Us

LONDON (Arrahmah.com) – Seorang tentara Inggris yang telah kehilangan kakinya di Irak menulis pesan di akun Facebook-nya. Pesan itu dia tulis untuk orang-orang yang menyarankan agar dia membenci Muslim karena dia menjadi korban ledakan bom.

Chris Herbert saat itu masih berusia 19 tahun ketika kendaraannya menginjak bom di pinggir jalan Basra, Irak. Bom itu menewaskan temannya dan membuat dia kehilangan kaki kanannya, lansir ITV (9/12/2015).

Beberapa pekan setelah kejadian serangan di Paris, dia sering merasa terganggu oleh beberapa orang yang mengharapkan dia menjadi seorang Islamofobia hanya karena dirinya telah menjadi korban ledakkan bom.

Dalam pesannya di Facebook, yang telah dibagikan sebanyak puluhan ribu kali, Herbert membuat daftar beberapa orang Muslim yang telah membantunya, termasuk dokter bedah Muslim yang telah melakukan operasi untuk menyelamatkan hidupnya.

Herbert, yang tinggal di Portsmouth, juga berbicara tentang “Orang Inggris kulit putih” yang telah melakukan hal-hal tidak menyenangkan bagi kehidupannya.

“Jika kamu ingin membenci seluruh ras laki-laki dan perempuan karena ulah beberapa orang silakan saja, tapi jangan paksa saya untuk berlaku seperti itu juga, menganggap saya sebagai sasaran empuk hanya karena salah satu orang telah merencanakan hari kematian saya,” tulisnya.

“Menyalahkan semua Muslim atas tindakan segelintir kelompok, sama seperti menyalahkan semua orang Kristen atas tindakan KKK atau Gereja Baptis Westboro.

“Raih pegangan hidupmu, peluk keluargamu, dan kembalilah bekerja.”

Pesan itu dia tulis sehari setelah Donald Trump menyeru agar semua Muslim dilarang memasuki Amerika Serikat, dan dia mendapatkan pujian di media sosial.

“Kamu adalah orang yang hebat,” kata Heather Hills.

Calum John mengatakan, “Salah satu hal terbaik yang pernah saya baca di Facebook!”

“Kata-kata yang menakjubkan,” tulis Richard Egan.

Berikut adalah pesan yang Chris Herbert tulis di akun Facebooknya:

“Kecewa oleh beberapa orang yang mengharapkan saya menjadi seorang rasis, hanya karena saya menjadi korban ledakan.

Berita Terkait

Ini dia:

Ya, seorang pria Muslim memang telah meledakkan saya sehingga saya kehilangan kaki saya.

Seorang Muslim yang mengenakan seragam Inggris juga kehilangan tangannya pada hari itu.

Seorang petugas medis Muslim berada di helikopter untuk mengambil saya dari lokasi kejadian.

Seorang ahli bedah Muslim melakukan operasi yang menyelamatkan hidup saya.

Seorang perawat Muslim adalah bagian dari tim yang membantu saya ketika saya kembali ke Inggris.

Seorang Muslim yang juga asisten kesehatan adalah bagian dari tim yang mengatur kebutuhan saya sehari-hari di tempat rehabilitas ketika saya belajar berjalan.

Seorang sopir taksi Muslim memberi saya tumpangan gratis saat pertama kalinya saya pergi bersama ayah setelah saya pulang.

Seorang dokter Muslim memberikan saran kepada ayah saya ketika dia tidak tahu bagaimana menangani obat-obataan milik saya dan efek sampingnya.

Bertentangan dengan hal di atas:

Seorang Inggris kulit putih meneriaki ayah saya karena parkir di tempat disabilitas ketika saya bersiap untuk pulang.

Saya tahu siapa yang saya benci, dan saya tahu siapa yang tidak. Saya tahu siapa yang saya hargai, dan saya tahu siapa yang tidak.

Jika kamu ingin membenci seluruh ras laki-laki dan perempuan karena ulah beberapa orang silakan saja, tapi jangan paksa saya untuk berlaku seperti itu juga, menganggap saya sebagai sasaran empuk hanya karena salah satu orang telah merencanakan hari kematian saya.

Menyalahkan semua Muslim atas tindakan segelintir kelompok, sama seperti menyalahkan semua orang Kristen atas tindakan KKK atau Gereja Baptis Westboro. Raih pegangan hidupmu, peluk keluargamu, dan kembalilah bekerja.”

(fath/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Serangkaian roket hantam Kabul, 8 dilaporkan tewas

KABUL (Arrahmah.com) - Beberapa roket menghantam daerah pemukiman pada awal jam sibuk di ibukota Afghanistan Kabul pada Sabtu (21/11/2020), menewaskan sedikitnya delapan warga sipil dan melukai 31 lainnya, kata pejabat polisi setempat.…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Ilmuwan yang terkait dengan program nuklir Iran terbunuh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Seorang ilmuwan Iran yang dituduh "Israel" memimpin program nuklir militer Republik Islam sampai pembubarannya di awal tahun 2000-an "dibunuh" pada hari Jumat (27/11/2020), kata televisi pemerintah. "Israel"…

Morrison risih dengan tuduhan kekejaman Australia di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Sabtu (21/11/2020) bahwa temuan laporan bahwa pasukan khusus negaranya yang diduga menewaskan 39 tahanan tidak bersenjata dan warga sipil di…

Iklan