Rusia bawa konflik dengan Turki ke PBB

Russian President Vladimir Putin (L) meets with Turkish President Recep Tayyip Erdogan on the sidelines of the G20 summit in Antalya early on November 16 2015. Leaders of the world's top economies vowed to seek a deal to stave off catastrophic global warming at an upcoming UN conference in Paris, according to a draft statement drawn up at a summit in Turkey. AFP PHOTO/POOL /HAKAN GOKTEPE / AFP / POOL / Hakan Goktepe
10

RUSIA (Arrahmah.com) – Rusia telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan diskusi tertutup mengenai kehadiran militer Turki di Suriah dan Irak utara, lansir MEE pada Selasa (8/12/2015).

Diskusi yang dijadwalkan pada hari Selasa itu akan dipimpin oleh Amerika Serikat, presiden dewan bulan ini.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada kantor Reuters bahwa Rusia bermaksud meningkatkan “isu tindakan Turki di Irak dan Suriah”, komentar yang sama oleh sumber lain juga dikutip oleh kantor berita AP.

Russia has since placed sanctions on Turkish goods and claimed the Turkish President Recep Tayyip Erdogan was complicit in buying oil from the Islamic State group in Syria.

Hubungan antara Rusia dan Turki telah menurun drastis sejak Turki menembak jatuh jet Rusia untuk apa yang Ankara sebut sebagai pelanggaran terhadap wilayahnya pada 24 November lalu.

Rusia kemudian memeberikan sanksi dengan pembatasan ekspor ke Turki dan mengklaim bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlibat dalam pembelian minyak dari kelompok “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS), di Suriah.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.