Pemuda Palestina gugur ditembak dalam serangan militer "Israel" di kamp pengungsi Bethlehem

-- AFP PICTURES OF THE YEAR 2015 -- Infiltrated members of the Israeli security forces detain a Palestinian stone thrower and aim their weapons at fellow protesters during clashes in Beit El, on the outskirts of the West Bank city of Ramallah, on October 7, 2015. New violence rocked Israel and the Israeli-occupied West Bank, including a stabbing in annexed east Jerusalem, even as Israel and Palestinian president Mahmud Abbas took steps to ease tensions. AFP PHOTO / ABBAS MOMANI / AFP / ABBAS MOMANI
11

PALESTINA (Arrahmah.com) – Tentara “Israel” menembak mati seorang pemuda Palestina berusia 19 tahun dalam sebuah bentrokan yang pecah saat aksi penggerebekan “Israel” di sebuah kamp pengungsi di kota Bethlehem di Tepi Barat pada Selasa (8/12/2015), ungkap petugas medis Palestina dan tentara “Israel”, sebagaimana dilansir MEE.

Setelah insiden di kamp pengungsi Dheisheh, bentrokan juga pecah di Aida, kamp lain di Bethlehem, kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan.

Orang yang tewas diidentifikasi sebagai Malek Shahin. Sumber medis mengatakan bahwa ia dibunuh dengan peluru ke kepalanya, dan bahwa tidak ada luka tembus.

Menurut klaim militer “Israel”, tentara mereka yang memasuki kamp pengungsi Dheisheh ditargetkan dengan bom pipa dan bom molotov.

“Pasukan melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa dan mencegah eskalasi kekerasan,” kata seorang juru bicara militer.

Dia mengklaim bahwa dia tidak bisa mengonfirmasi kematian pemuda Palestina itu namun mengatakan militer sedang menyelidikinya.

Pasukan “Israel” menyerbu kamp untuk menangkap sejumlah pemuda yang dilaporkan berafiliasi dengan kelompok Front Populer untuk Pembebasan Palestina atau Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP), yang “Israel” klaim sebagai sebuah organisasi teroris.

Dalam pernyataan yang dirilis kemudian, PFLP mengatakan bahwa Shahin adalah pendukung kelompok yang gugur “dalam bentrokan sengit melawan pasukan Israel yang menyerbu kamp untuk menahan pemuda yang berafiliasi dengan PFLP.”

“Kejahatan buruk yang sedang berlangsung oleh pendudukan Israel terhadap para pemuda yang memimpin bentrokan di garis depan tidak akan mencegah meningkatnya bentrokan dengan tentara pendudukan dan pemukim Israel,” pernyataan itu melanjutkan.

Warga kamp mengatakan bahwa selama serangan itu, pasukan “Israel” menembakkan tabung gas air mata, granat dan amunisi “tanpa pandang bulu” melewati lorong-lorong sempit kamp.

Mereka juga mengatakan bahwa Shahin dibiarkan mati kehabisan darah sebelum ia dievakuasi ke Rumah Sakit Jala Beit, di mana ia dinyatakan meninggal.

Sejak 1 Oktober, serangan dan bentrokan antara warga Palestina dan tentara “Israel” yang terjadi hampir setiap hari telah membunuh 112 warga Palestina, sementara hanya 17 warga “Israel” yang tewas .

Banyak warga Palestina yang tewas merupakan para pejuang perlawanan yang menyerang pasukan penjajah, sementara yang lain telah ditembak mati oleh pasukan keamanan “Israel” selama bentrokan.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.