Penegak hukum Indonesia alergi menangani BLBI

51

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi mengatakan penegak hukum di Indonesia seperti alergi untuk menangani kasus para pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia alias BLBI. Buktinya, sampai sekarang tidak penah ada kemajuan dalam penanganan kasus ini.

“Bagi Kejaksaan, kasus BLBI ini seperti api. Mereka takut kebakar kalau menyentuhnya,” cetus Uchok, lansir RMOL, Sabtu (5/12/2015).

Pada 2014, sambungnya, KPK memang sempat mengemukakan akan membongkar kasus itu. Sayangnya, posisinya di KPK keburu digoyang hanya gara-gara kasus pemalsuan identitas.

“Sekarang kita hanya bisa berharap pada pimpinan baru KPK yang akan dipilih pada pertengahan Desember nanti. Kita berharap semoga pimpinan baru KPK nanti berani membongkar kasus BLBI ini agar negara tidak terus terbebani,” ucapnya

Dia menegaskan bahwa para pengemplang BLBI harus segera diadili. Kalau tidak diadili, APBN akan terus tergerogoti sehingga pembangunan terganggu.

“Kita sangat terbebani dengan utang BLBI ini. Padahal kita tidak pernah menikmatinya. Karena itu, para penerima ini harus dikejar dan ditangkap sampai dia bayar,” kata Uchok.

Bahkan beberapa bulan lau, Menkoolhukam Luhut Panjaitan mengeluarkan pernyataan kasus BLBI telah ditutup. Hal itu dikatakan saat menghadiri pelantikan 3 deputi KPK, di gedung KPK Kamis (15/10) pagi. Selain Luhut, pelantikan itu juga dihadiri Jaksa Agung M. Prasetyo.

“Tidak ada urusannya (RUU Pengampunan Nasional) dengan BLBI. BLBI sudah selesai sudah tutup buku, kita berbicara dana-dana kita yang ada di luar negeri dan mereka tidak mau membawa ke dalam negeri,” kata Luhut.

Setidaknya setiap tahun rakyat harus menanggung beban Rp 6 triliun yang diambil dari APBN untuk membayar bunga. Kerugian BLBI sekitar Rp 600 triliun.

Dari swasta, total Rp 200 triliun baru kembali Rp.48 triliun atau hanya sekitar 24 persen. Sementara dari BUMN, ada Rp.400 triliun. “Ini tak adil. Rakyat kredit macet dikejar, disita asetnya segera dilelang. Ini perusahaan-perusahaan besar, malah tutup buku, rakyat yang tanggung uangnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, BLBI adalah pinjaman yang diberikan kepada bank-bank yang mengalami likuiditas saat terjadi krisis moneter 1998. Total dana yang dikucurkan BI sebesar Rp 147,7 triliun kepada 48 bank. Namun banyak dana ini yang diselewengkan pemilik bank. Banyak juga dari mereka yang lari ke luar negeri dan belum kembali.

Di saat yang sama, banyak pemilik bank yang kesulitan mengembalikan duit BLBI ini. Nah, pada zaman Megawatilah pemerintah membuat kebijakan menerbitkan surat keterangan lunas (SKL) bagi obligor yang sudah mengembalikan sebagaian duit BLBI. (azm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Aliyev puji peran Turki dan Rusia dalam mediasi Nagorno-Karabakh

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (4/12/2020) menambahkan bahwa Turki dan Rusia memainkan peran penting terkait implementasi kesepakatan gencatan senjata. Berbicara melalui konferensi video pada…

Bukti baru kejahatan Australia di Afghanistan mulai bermunculan

CANBERRA (Arrahmah.com) - Bukti baru yang mencengangkan muncul pada Selasa (1/12/2020), menunjukkan tentara Australia melanggar hak-hak warga Afghanistan selama terlibat dalam perang di Afghanistan yang dipimpin AS. Foto-foto yang…

Pejabat AS: "Israel" dalang dalam pembunuhan Fakhrizadeh

WASHINGTON (Arrahmah.com) - "Israel" mengatur dan mengeksekusi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh pada 27 November, CNN melaporkan pada Rabu (2/12/2020) mengutip seorang pejabat pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya.…

Pasca Penasihat Gedung Putih Datang, Arab Saudi Setuju Wilayah Udara Dibuka Untuk "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi setuju untuk membiarkan pesawat "Israel" melintasi wilayah udaranya dalam perjalanan ke Uni Emirat Arab setelah pembicaraan antara pejabat Saudi dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner, kantor…

Houtsi klaim rebut wilayah di selatan Saudi

NAJRAN (Arrahmah.com) - Gerakan Ansarallah (pasukan Houtsi) megklaim telah mencetak kemajuan besar baru-baru ini di wilayah selatan Arab Saudi, menyusul operasi besar di dalam wilayah Al-Dahrah di Provinsi Najran. Menurut klaim yang…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

Setelah Watad, HTS Buka Perusahaan Minyak Baru Bernama Kaf

IDLIB (Arrahmah.com) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan bahwa kelompok pembebasan Suriah HTS membuka perusahaan minyak baru di daerah yang ada di bawah kendalinya di Idlib dan sebagian Aleppo. Sebagaimana…

PM baru zionis 'Israel' sambut baik kedatangan ratusan orang Yahudi Ethiopia

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan "Israel" Benny Gantz menyambut baik kedatangan 316 Yahudi Ethiopia ke wilayah Palestina yang dicaplok"Israel", dalam sebuah angkutan udara khusus yang dipimpin oleh Menteri…

Iran akan percepat program nuklirnya

TEHERAN (Arrahmah.com) - Meskipun mendapat tentangan keras, badan pengawas tertinggi Iran pada Rabu menyetujui rencana aksi parlemen untuk melawan sanksi Amerika Serikat dengan mempercepat program nuklirnya. Dewan Penjaga, sebuah badan…

Pemerintah Afghanistan dan Taliban capai kesepakatan tentang kerangka kerja perdamaian

DOHA (Arrahmah.com) - Dalam perkembangan terobosan, pemerintah Afghanistan dan Taliban mengkonfirmasi pada Rabu (2/12/2020) bahwa mereka telah menyetujui prosedur pembicaraan intra-Afghanistan. Kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan…

Anies Baswedan Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI Jakarta mengabarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. "Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19," demikian kabar…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah