Berita Dunia Islam Terdepan

Militer AS sebut serangan udara yang menewaskan 4 tentara Asad dilakukan oleh Rusia

A video grab made on November 23, 2015, shows an image taken from a footage made available on the Russian Defence Ministry's official website on November 23, 2015, purporting to show an explosion after airstrikes carried out by Russian air force on what Russia says was an oil-processing facility controlled by IS fighters in the Syrian province of Deir Ezzor. AFP PHOTO / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY *RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT " AFP PHOTO / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS* / AFP / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY / -
7

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Seorang pejabat senior militer AS mengklaim pada Senin (7/12/2015) bahwa serangan udara yang membunuh 4 tentara Bashar Asad di kamp militer Suriah akhir pekan ini adalah serangan udara Rusia – bukan serangan koalisi pimpinan AS, Associated Press melaporkan.

Empat tentara Nushairiyah itu tewas sementara 13 lainnya luka-luka ketika sebuah bom menghantam sebuah kamp militer di provinsi timur Suriah, Deir Ezzour, Ahad (6/12), ungkap Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

SOHR mengungkapkan bahwa serangan udara yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan AS ini merupakan serangan pasukan koalisi internasional pertama yang menewaskan tentara rezim Asad.

Namun koalisi pimpinan AS membantah terlibat dalam serangan itu. Beberapa jam kemudian, seorang yang tidak disebutkan namanya dari militer AS – yang dilaporkan berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka – mengatakan bahwa negara ini “yakin” bahwa Rusia melakukan serangan udara itu, AP melaporkan.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis kemudian mengatakan bahwa saat Rusia telah terbang jarak jauh dalam misi pengeboman ke Suriah pada hari Minggu, AS “belum mampu untuk mengkorelasikan satu dengan yang lainnya,” lapor BBC.

Kementerian luar negeri Suriah menggambarkan serangan itu sebagai “agresi keji”, mengatakan bahwa serangan itu “terang-terangan melanggar tujuan Piagam PBB”.

Baik SOHR maupun pemerintah Suriah belum menyatakan anggota koalisi mana, yang sekarang termasuk Inggris dan Perancis, yang melakukan serangan itu.

Koalisi pimpinan AS menargetkan Suriah dengan dalih melawan kelompok “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, sejak September tahun lalu, memperluas serangan mereka yang dimulai dengan serangan di Irak.

Operasi koalisi itu telah diperluas lebih lanjut dalam beberapa hari terakhir, sebagai tanggapan terhadap serangan mematikan di Paris yang diklaim oleh IS.

Pada Ahad (6/12), jet-jet tempur pasukan koalisi menargetkan provinsi Raqqah, menewaskan sedikitnya 49 orang, menurut SOHR. Namun dilaporkan bahwa warga sipil, termasuk delapan anak dan lima perempuan, yang terbunuh dalam serangan itu.

SOHR yang bergantung pada jaringan aktivis, staf medis dan pejuang perlawanan di lapangan mengidentifikasi jet-jet penyerang berdasarkan model, pola penerbangan dan jenis mesiu yang digunakan.

Konflik Suriah telah menewaskan lebih dari 250.000 orang sejak Maret 2011, dan memaksa empat juta lainnya mengungsi dari negara itu.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...