Serangan bom pasukan koalisi pimpinan AS menewaskan 4 tentara Nushairiyah di kamp militer Suriah

A screen grab taken from a video released by the French army on November 24, 2015 shows French army Rafale fighter jets and Mirage 2000 fighter jets bombing a series of Islamic State (IS) group sites in Raqa, Syria, as part of the Chammal Operation, on November 23, 2015. France on November 23 launched the first air strikes from its aircraft carrier in the Mediterranean as global efforts to combat the Islamic State group gathered pace and world leaders met for talks on the Syrian conflict. AFP PHOTO / Etat-major des Armees/ Marine nationale = RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Etat-major des Armees/ Marine nationale" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS = / AFP / Etat-major des Armees / -
2

SURIAH (Arrahmah.com) – Untuk pertama kalinya, serangan pasukan koalisi yang dipimpin AS menewaskan tentara Bashar Asad. Empat tentara Suriah tewas dan 13 luka-luka ketika sebuah serangan bom oleh koalisi pimpinan AS menghantam sebuah kamp militer di timur negara itu, Senin (7/12/2015).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan serangan udara “oleh koalisi internasional” menghantam kamp di bagian barat provinsi Deir Ezzour, “sekitar dua kilometer (satu mil) dari daerah yang dikontrol oleh kelompok Daulah Islam”.

Observatorium mengatakan ini adalah pertama kalinya di mana serangan koalisi pimpinan AS telah membunuh pasukan pemerintah Suriah.

“Pasukan Rezim sebelumnya tidak pernah terkena serangan dari koalisi internasional, yang menargetkan basis dan tanker minyak jihadis di Deir EzzouR,” kata direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, sebagaimana dilansir MEE.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk serangan udara koalisi ini sebagai “agresi keji,” sebagaimana dilaporkan media pemerintah Nushairiyah.

“Suriah mengutuk keras agresi mencolok oleh pasukan koalisi pimpinan AS, yang terang-terangan melanggar tujuan dari piagam PBB ini,” kata sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Suriah,.

Belum jelas anggota koalisi mana, yang sekarang termasuk Inggris dan Perancis, yang melakukan serangan itu.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.