Rusia tuding AS tutup-tutupi penyelundupan minyak ISIS ke Turki

36

Support Us

MOSKOW (Arrahmah.com) – Kementerian Pertahanan Rusia, pada Sabtu (5/12/2015), menuduh Amerika Serikat menutup mata atas perdagangan minyak ke Turki dari daerah Suriah yang berada di bawah kendali ISIS.

“Ketika para pejabat AS mengatakan mereka tidak melihat bagaimana minyak teroris diselundupkan ke Turki … ini tercium adanya keinginan yang buruk untuk menutupi tindakan ini,” kata kementerian itu di halaman Facebook-nya, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Ahad (6/12).

“Deklarasi Pentagon dan Departemen Luar Negeri tampak seperti teater absurd,” tambahnya, merujuk pada AS yang sudah menonton beberapa rekaman video dari drone milik mereka sendiri di atas zona minyak di perbatasan Turki-Suriah.

Utusan khusus dan koordinator urusan energi internasional AS, Amos Hochstein, pada Jum’at (4/12), mengatakan bahwa minyak yang diselundupkan ke Turki dari wilayah Suriah yang dikuasai oleh kelompok ISIS jumlahnya tidak signifikan dari perspektif volume, baik volume minyak maupun volume pendapatan.

“Saya tidak percaya bahwa ada penyelundupan minyak dalam jumlah yang signifikan, antara daerah yang dikendalikan oleh ISIS dan Turki,” kata Hochstein.

Komentar Hochstein itu datang setelah Moskow menuduh Ankara mengambil keuntungan dari perdagangan minyak dengan ISIS.

Rusia dan Turki beberapa hari terakhir saling tuding bahwa mereka terlibat dalam jual beli minyak dengan ISIS, membuat suasana semakin panas antara dua negara itu setelah Turki menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia di perbatasan Suriah.

Berita Terkait

Erdogan menanggapi tudingan Rusia dengan mengatakan bahwa siapapun tidak berhak “memfitnah” Turki dengan mengatakan terlibat jual beli minyak dengan ISIS. Erdogan juga menegaskan bahwa dirinya akan mundur jika tuduhan itu terbukti.

Sebelumnya, menteri pertahanan Rusia memperlihatkan citra satelit yang menunjukkan truk-truk bermuatan minyak melintas dari wilayah yang dikuasasi ISIS di Irak dan Suriah menuju Turki.

“Berdasarkan informasi yang tersedia, pemimpin politik tertinggi di negara ini, Presiden Erdogan dan keluarganya, terlibat dalam bisnis kriminal ini,” ujar Deputi Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Antonov, dalam jumpa pers di Moskow.

Antonov tidak secara spesifik menunjukkan bukti langsung yang dapat mengaitkan keterlibatan Erdogan dan keluarganya.

Rusia dan Turki telah menjalin hubungan ekonomi yang penting. Setelah insiden pesawat jatuh, hubungan kedua negara itu memburuk. Rusia menerapkan persyaratan visa bagi pengunjung Turki yang sebelumnya bebas visa, serta membatasi perdagangan dengan Turki.

Putin juga menegaskan bahwa Turki akan dibuat menyesali tindakannya.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Afiliasi Al Qaeda Serang 3 Pangkalan Militer Prancis di Mali

BAMAKO (Arrahmah.com) – Kelompok  yang terkait dengan Al Qaeda meroket pangkalan militer Prancis di Kidal, Menaka, dan Gao, di Mali utara dalam waktu beberapa jam pada Senin (30/11/2020). Meskipun kamp-kamp itu terkena tembakan, tidak…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Iran tuduh "Israel" sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - "Israel" membunuh seorang ilmuwan nuklir Iran dengan menggunakan teknologi yang dikendalikan dari jarak jauh, seorang pejabat keamanan senior Iran menuduh pada Senin (30/11/2020). "Sayangnya, operasi itu sangat…

30 pasukan Afghan tewas digasak bom di Ghazni

KABUL (Arrahmah.com) - Sebuah pemboman mobil di provinsi tengah Afghanistan, Ghazni, menewaskan sedikitnya 30 anggota pasukan keamanan Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), kata para pejabat, dan korban dapat meningkat mengingat intensitas…

Serangan roket hantam kilang minyak di Irak utara

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Sebuah roket menghantam kilang minyak kecil di Irak utara pada Ahad (29/11/2020), menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan bahan bakar dan memaksa operasi dihentikan total setelah api menyebar ke jaringan pipa…

Tiga kota di Mali dihantam ledakan rudal

BAMAKO (Arrahmah.com) - Kota Kidal, Gao, dan Menaka di Mali utara dilanda serangan serentak pada hari Senin (30/11/2020) terhadap kamp-kamp militer yang menampung pasukan internasional, menurut penduduk dan seorang pejabat PBB. Penduduk…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

PressTV: Senjata yang dipakai dalam pembunuhan Fakhrizadeh dibuat di "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Press TV Iran melaporkan pada Senin (30/11/2020) bahwa senjata yang digunakan dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran terkemuka Mohsen Fakhrizadeh minggu lalu dibuat di "Israel", musuh lama Republik Islam. "Senjata…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Harian Iran: Teheran harus bidik Haifa jika "Israel" ada di balik terbunuhnya Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar Iran pada hari Minggu (29/11/2020) menyarankan Iran harus menyerang kota pelabuhan Haifa "Israel" jika negeri Zionis melakukan pembunuhan seorang ilmuwan yang terkait…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Iklan