Berita Dunia Islam Terdepan

Menulis tentang penyerangan Suriah, surat terbuka seorang ibu kepada PM Inggris menjadi viral di dunia maya

Surat terbuka untuk PM Inggris: “Anda mengklaim bahwa hal itu adalah untuk melindungi seluruh pria, wanita, dan anak-anak di negeri ini dari ekstrimis. Aku hanya ingin mengoreksi Anda. Andalah ekstrimisnya. Apa yang putriku butuhkan adalah dilindungi dari Anda.” (Foto: Metro)
5

KILMARNOCK (Arrahmah.com) – Seorang ibu asal Inggris menulis surat terbuka di akun Facebook-nya yang ditujukan kepada David Cameron, Perdana Menteri Inggris, yang telah memutuskan untuk membom Suriah. Surat terbuka itu langsung menjadi viral di internet, lansir Metro (4/12/2015).

Angela Kerrigan (30) memposting foto putrinya, Erin Rose, dengan tulisan yang berbunyi, “Ini adalah putriku yang cantik. Usianya hampir 3 tahun. Malam ini aku menyaksikan Anda berdebat tentang kemungkinan untuk membom Suriah.”

“Anda mengklaim bahwa hal itu adalah untuk melindungi seluruh pria, wanita, dan anak-anak di negeri ini dari ekstrimis. Aku hanya ingin mengoreksi Anda. Andalah ekstrimisnya. Apa yang putriku butuhkan adalah dilindungi dari Anda.”

Dengan penuh amarah, Angela menulis, “Ekstrimis ada di mana-mana. Kecerdasanmu tentu sudah mengetahuinya. Namun Anda masih tetap bersikukuh untuk berkonsentrasi terhadap aksi Militer Anda terhadap satu negara.”

“Satu negara dengan ratusan ribu orang tak berdosa. Pria-pria, wanita-wanita, dan anak-anak tak berdosa, sama seperti kita.”

Jeremy Corbyn juga disebut-sebut oleh Angela, “Anda telah dikalahkan oleh bayangan menteri luar negeri Anda sendiri, yang menerima sambutan meriah atas perangnya. Anda telah gagal memimpin partai Anda.”

Angela mengatakan bahwa menghentikan perang dengan cara berperang adalah sesuatu yang konyol.

“Inggris telah berada dalam resiko parah dan siaga merah sejak Agustus. Namun, pertama kalinya aku takut malam ini. Menyaksikan kamu menawarkan solusi yang sangat reaksioner untuk melindungi kami dari ISIS.”

Takut akan keselamatan putrinya, dan sedih dengan gambaran orangtua dan kakek-nenek di Suriah, dia menulis, “Perang ini adalah nama Anda, Tuan. Darah mereka akan berada di tangan Anda. Aku menangis untuk mereka.”

“Apa yang telah Anda lakukan dijamin akan membuat putri saya, Erin Rose, tumbuh untuk melihat generasi baru ekstrimis yang telah Anda ciptakan dari aksi militer Anda. Sejarah telah terulang. Ini adalah perang yang tidak akan pernah berakhir.”

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...