Perancis akan tutup 160 masjid

FILE - In this Monday Feb. 8, 2010 file photo, Muslim residents walk past racial slurs painted on the walls of a mosque in the town of Saint-Etienne, central France. Graffiti reads: "Muslims". Firebombs and pigs' heads are being tossed at mosques and women in veils have been insulted in a surge of anti-Muslim acts since last week's murderous assault on the newsroom of a satirical Paris paper, according to a Muslim who tracks such incidents in France. France's large Muslim population risks becoming collateral damage in the aftermath of the three attacks by French radical Islamists who killed 17 people. Muslims in other European countries also won't be spared, some Muslim leaders and experts say. Concern about a backlash against Muslims was discussed Monday Jan. 13, 2015, during a meeting on counter-terrorism measures at the Interior Ministry. (AP Photo/Laurent Cipriani, File)
17

PERANCIS (Arrahmah.com) – Perancis kemungkinan akan menutup 160 masjid dalam beberapa bulan kedepan sebagai bagian operasi dari kebijakan nasional yang akan berfungsi di bawah kondisi darurat yang memungkinkan tempat-tempat ibadah yang dianggap mempromosikan “pandangan radikal” untuk ditutup, kata salah satu ketua imam Perancis berdasarkan laporan Al Jazeera, sebagaimana dilansir World Bulletin pada Kamis (3/12/2015).

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengatakan kepada wartawan pada Rabu (2/12) bahwa tiga masjid telah ditutup sejak dua pekan lalu selama kondisi darurat pasca serangan mematikan di Paris.

Pada Rabu, polisi menutup masjid yang diduga “radikal” di timur Paris dan menangkap pemilik pistol yang ditangkap terkait penggerbekan sebagai bagian dari tindakan pemberantasan, kata Cazeneuve.

Mereka menempatkan sembilan orang di bawah tahanan rumah dan telah menetapkan larangan perjalanan terhadap 22 orang lainnya dari meninggalkan negara ini, kata Cazeneuve.

Aset Imam Mohamed Hammoumi, yang merupakan kepala masjid itu dan asosiasi kebudayaan hingga ia pergi untuk tinggal di Mesir pada 2014, dibekukan pada bulan April, lapor AFP.

Dua masjid lainnya ditutup pekan lalu di Gennevilliers, barat laut Paris, dan di bagian tenggara kota Lyon, tambah Cazeneuve.

Sejauh ini Perancis telah menggerebek 2.235 rumah dan bangunan, menahan 232 orang dan diklaim telah menyita 334 senjata, 34 di antaranya dikatakan sebagai senjata kelas perang.

Menyusul berita bahwa tiga masjid telah ditutup sejak serangan Paris 13 November, Hassan El Alaoui, seorang kepala imam, mengatakan kepada Al Jazeera pada Rabu bahwa akan lebih banyak lagi masjid yang ditutup dengan dalih izin ilegal dan menyebarkan paham “takfri”.

“Menurut angka resmi dan diskusi kami bersama menteri dalam negeri, antara 100 hingga 160 masjid akan ditutup karena dioperasikan secara ilegal tanpa izin yang tepat, mereka mengajarkan kebencian, atau menggunakan ceramah takfiri,” katanya.

Imam tersebut juga membantah para terduga pelaku penyerangan di Paris yang meninggalkan 130 orang tewas sebagai bagian dari komunitas Muslim.

“Para teroris itu adalah sekelompok pencuri dan pengedar narkoba yang memakai pakaian keagamaan,” katanya. “Keseluruhan isu ini bukanlah tentang Muslim, tetapi tentang teroris. Ini adalah isu keamanan bagi siapa saja.”

Ada total 2.600 masjid di Perancis, kata Alaoi. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.