Perancis akan tutup 160 masjid

84

Support Us

PERANCIS (Arrahmah.com) – Perancis kemungkinan akan menutup 160 masjid dalam beberapa bulan kedepan sebagai bagian operasi dari kebijakan nasional yang akan berfungsi di bawah kondisi darurat yang memungkinkan tempat-tempat ibadah yang dianggap mempromosikan “pandangan radikal” untuk ditutup, kata salah satu ketua imam Perancis berdasarkan laporan Al Jazeera, sebagaimana dilansir World Bulletin pada Kamis (3/12/2015).

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengatakan kepada wartawan pada Rabu (2/12) bahwa tiga masjid telah ditutup sejak dua pekan lalu selama kondisi darurat pasca serangan mematikan di Paris.

Pada Rabu, polisi menutup masjid yang diduga “radikal” di timur Paris dan menangkap pemilik pistol yang ditangkap terkait penggerbekan sebagai bagian dari tindakan pemberantasan, kata Cazeneuve.

Mereka menempatkan sembilan orang di bawah tahanan rumah dan telah menetapkan larangan perjalanan terhadap 22 orang lainnya dari meninggalkan negara ini, kata Cazeneuve.

Aset Imam Mohamed Hammoumi, yang merupakan kepala masjid itu dan asosiasi kebudayaan hingga ia pergi untuk tinggal di Mesir pada 2014, dibekukan pada bulan April, lapor AFP.

Dua masjid lainnya ditutup pekan lalu di Gennevilliers, barat laut Paris, dan di bagian tenggara kota Lyon, tambah Cazeneuve.

Berita Terkait

Sejauh ini Perancis telah menggerebek 2.235 rumah dan bangunan, menahan 232 orang dan diklaim telah menyita 334 senjata, 34 di antaranya dikatakan sebagai senjata kelas perang.

Menyusul berita bahwa tiga masjid telah ditutup sejak serangan Paris 13 November, Hassan El Alaoui, seorang kepala imam, mengatakan kepada Al Jazeera pada Rabu bahwa akan lebih banyak lagi masjid yang ditutup dengan dalih izin ilegal dan menyebarkan paham “takfri”.

“Menurut angka resmi dan diskusi kami bersama menteri dalam negeri, antara 100 hingga 160 masjid akan ditutup karena dioperasikan secara ilegal tanpa izin yang tepat, mereka mengajarkan kebencian, atau menggunakan ceramah takfiri,” katanya.

Imam tersebut juga membantah para terduga pelaku penyerangan di Paris yang meninggalkan 130 orang tewas sebagai bagian dari komunitas Muslim.

“Para teroris itu adalah sekelompok pencuri dan pengedar narkoba yang memakai pakaian keagamaan,” katanya. “Keseluruhan isu ini bukanlah tentang Muslim, tetapi tentang teroris. Ini adalah isu keamanan bagi siapa saja.”

Ada total 2.600 masjid di Perancis, kata Alaoi. (siraaj/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Houtsi klaim membunuh 8 tentara Saudi

MARIB (Arrahmah.com) - Teroris syiah Houtsi mengklaim telah membunuh delapan tentara Saudi di Yaman timur, Anadolu Agency melaporkan. "Pasukan rudal telah berhasil, pada Sabtu malam, menargetkan ruang operasi gabungan di kamp Tadawin di…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Pemerintah Indonesia buka layanan calling visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia secara mengejutkan membuka layanan visa elektronik atau e-Visa bagi warga "Israel" dan 7 negara lainnya dengan subyek calling visa atau layanan visa khusus untuk negara dengan tingkat kerawanan…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Rusia lancarkan serangan kuat di Latakia timur, targetkan benteng Jihadi

LATAKIA (Arrahmah.com) - Pasukan Rusia melancarkan beberapa serangan udara di wilayah timur laut Latakia, menargetkan benteng utama jihadi di wilayah Jabal Al-Akrad. Menurut laporan lapangan dari provinsi Latakia, pasukan Rusia…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Munarman: FPI Tidak Bisa Dikapitalisasi Kepentingan Politik

JAKARTA (Arrahmah.com) - Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan banyak pihak yang mencoba memanfaatkan Front Pembela Islam (FPI) untuk kepentingan politik, tetapi tidak berhasil. Hal tersebut diungkapkan Munarman dalam tayangan YouTube…

Houtsi klaim rebut wilayah di selatan Saudi

NAJRAN (Arrahmah.com) - Gerakan Ansarallah (pasukan Houtsi) megklaim telah mencetak kemajuan besar baru-baru ini di wilayah selatan Arab Saudi, menyusul operasi besar di dalam wilayah Al-Dahrah di Provinsi Najran. Menurut klaim yang…

DK PBB mungkin tak campur tangan soal pembunuhan Fakrizadeh

NEW YORK (Arrahmah.com) - Beberapa jam setelah terbunuhnya ilmuwan nuklir Iran, Teheran meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk aksi dan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Namun…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Turki kembali lanjutkan kampanye militer di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Angkatan Bersenjata Turki melanjutkan kampanye militer mereka di Suriah utara pada Selasa (1/12/2020), ketika pasukan mereka menyerang posisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) di provinsi Al-Raqqa dan Aleppo. Menurut…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

Iklan