Penembakan massal mematikan di AS, 20 orang tewas

63

Support Us

CALIFORNIA (Arrahmah.com) – Satu atau lebih pria bersenjata melepaskan tembakan ke dalam sebuah gedung di San Bernardino di California. Dilaporkan sekitar 20 korban tewas dalam penembakan yang terjadi di sebuah gedung pusat penyedia layanan bagi penyandang cacat.

Polisi masih memburu pelaku penembakan, dan mengatakan bahwa 1 hingga 3 tersangka mungkin terlibat dan aksi tersebut, lansir World Bulletin, Rabu (2/11/2015).

Tim SWAT bersenjata, petugas pemadam kebakaran dan ambulans menuju ke lokasi kejadian, yang terletak sekitar satu jam sebelah timur Los Angeles. Polisi memperingatkan kepada warga untuk menjauh dari lokasi.

“Lokasi masih sangat AKTIF. JANGAN MENDEKAT!” tweet departemen keamanan setempat, yang mengkonfirmasi bahwa ada beberapa korban dalam peristiwa tersebut.

Pemadam kebakaran di kota itu mengatakan di Twitter bahwa dilaporkan ada 20 korban penembakan dan pihaknya bekerja untuk membersihkan tempat kejadian.

Menurut saksi, sebagaimana dikutip oleh media lokal, tersangka terlihat meninggalkan lokasi setelah penembakan di sebuah SUV hitam dan meninggalkan sebuah bungkusan.

“Tampaknya ada lebih dari satu pelaku penembakan,” kata Sersan Vicki Cervantes dari Kepolisian San Bernardino kepada CNN.

Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa mengkonfirmasi laporan tentang SUV itu, ataupun melaporkan bahwa penembak mengenakan pelindung tubuh ala militer.

CBS Evening News mengatakan di Twitter bahwa penjinak bom telah dikirim ke tempat kejadian untuk “melumpuhkan apa yang didugan sebagai bahan peledak”.

Berita Terkait

Laporan berita mengatakan bahwa penembakan itu terjadi di Inland Regional Center, sebuah fasilitas untuk penyandang cacat.

Tayangan televisi menunjukkan puluhan orang keluar dari sebuah bangunan dengan tangan terangkat, dan berjalan ke tempat parkir, dikelilingi oleh polisi bersenjata berat.

Satu orang yang putranya bekerja di gedung tersebut mengatakan bahwa ia menerima pesan teks dari anaknya yang mengatakan bahwa dia melihat tiga penembak memasuki gedung.

“Dia mengatakan ada beberapa orang terluka dan meninggal,” kata pria itu kepada stasiun televisi lokal KABC.

Menurut situs Facebooknya, fasilitas penyandang cacat itu melayani lebih dari 30 ribu orang dengan masalah perkembangan. Sebanyak 670 staf terdapat di tempat itu.

Presiden AS Barack Obama telah diinformasikan mengenai insiden ini, namun belum ada pernyataan dari Gedung Putih.

Kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menuliskan di akun Twitternya “Saya menolak menerima peristiwa ini sebagai hal biasa. Kita harus mengambil tindakan untu menghentikan kekerasan bersenjata sekarang.”

Penembakan massal kali ini terjadi kurang dari sepekan setelah penembakan terjadi di klinik medis di Colorado Spring, yang menewaskan tiga orang. Sebelumnya Oktober lalu, sembilan orang tewas dalam penembakan di sebuah kampus di Oregon.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Tangan kanan Netanyahu tak tahu-menahu soal Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Menteri kabinet "Israel" Tzachi Hanegbi mengatakan pada hari Sabtu (28/11/2020) dia "tidak tahu" siapa yang berada di balik pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran di Teheran. “Saya tidak tahu siapa yang…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

400 kuburan Muslim Tuo ditemukan di Spanyol

TAUSTE (Arrahmah.com) – Pekerja jalan di kasawan Kota Tauste, timur laut Spanyol secara tak terduga menemukan kuburan Islam yang diperkirakan digunakan pada abad ke-8 hingga abad 11 Masehi. Lebih dari 400 kuburan ditemukan di situs…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Iklan