Ribuan tahanan di penjara militer Sednaya di Damaskus tewas karena penyiksaan, kekurangan gizi dan penyakit

132

Support Us

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Seorang mantan tahanan di penjara Sednaya mengungkapkan bahwa ribuan tahanan tewas di rumah sakit militer Tishreen di Damaskus, di mana rumah sakit menggunakan sebuah kamar kecil untuk para tahanan. Di kamar tersebut banyak kasus pembunuhan terjadi.

Mantan tahanan di penjara Sednaya mengatakan kepada Zaman Alwasl di Hama empat pejabat militer yang ditahan di dalam ruangan yang sama dengan dirinya, meninggal dalam waktu kurang dari satu tahun setelah mengunjungi rumah sakit untuk penyakit yang berbeda. Oleh karena itu, para tahanan banyak yang menolak pergi ke rumah sakit dan lebih memilih untuk mati di dalam penjara, tetapi banyak dari mereka yang dipaksa ke rumah sakit dengan kekuatan dan kemudian mereka dibunuh di sana.

Mantan tahanan (HA), seorang Letnan Resimen pasukan khusus menjelaskan bahwa ia perlu dilarikan ke rumah sakit di bulan Oktober 2013 karena penyakit kulit dan ia dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang diawasi oleh asisten dan seorang prajurit Angkatan Darat rezim Suriah, ia menegaskan bahwa banyak pasien yang datang ke rumah sakit tanpa sadar dan kemudian tewas, ia memperkirakan bahwa mereka diberi suntikan yang menyebabkan kematian.

Berita Terkait

Ia menjelaskan bahwa 6 dari 20 tahanan yang merupakan petinggi militer yang membelot dari jajaran militer rezim, meninggal dengan alasan yang berbeda dalam jangka waktu setahun (pertengahan 2013-pertengahan 2014). Dia mengatakan bahwa alasan yang paling mungkin atas kematian mereka adalah penyiksaan, kurangnya kebersihan ruangan penjara di samping penyebaran penyakit menular seperti infeksi kulit, tifus dan kudis, yang diperburuk dengan adanya kekurangan gizi dan kurangnya perawatan.

Mantan tahanan yang menjadi sumber Zaman Alwasl menjelaskan bahwa makanan yang diberikan terlalu sedikit untuk satu asrama yang berisi 30 tahanan, yang menyebabkan kurangnya gizi dan tubuh para tahanan terus mengurus hingga hanya mencapai 49 kg saja.

“Dalam banyak waktu kami berharap kematian dari rekan-rekan kami untuk mengambil makanan mereka dan pakaian mereka,” ungkapnya yang menambahkan bahwa hingga saat ini masih banyak tahanan yang hanya memakan biji zaitun, kulit kentang dan tulang ayam. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Zionis 'Israel' hancurkan tangga bersejarah menuju Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Zionis "Israel" pada Ahad (29/11/2020) menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Gerbang Singa Masjid Al-Aqsa (Bab Al-Asbat) dan Kota Tua Yerusalem. Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem,…

Harian Iran: Teheran harus bidik Haifa jika "Israel" ada di balik terbunuhnya Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar Iran pada hari Minggu (29/11/2020) menyarankan Iran harus menyerang kota pelabuhan Haifa "Israel" jika negeri Zionis melakukan pembunuhan seorang ilmuwan yang terkait…

Serangan Houtsi bunuh 7 sipil Yaman

HUDAIDAH (Arrahmah.com) - Sedikitnya tujuh warga sipil tewas ketika kelompok teroris Syiah Houtsi melepaskan tembakan menghantam desa di Yaman barat, ujar pernyataan militer Yaman pada Ahad (29/11/2020). Sepuluh orang lainnya juga…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Iklan