Berita Dunia Islam Terdepan

Wanita Maroko yang secara keliru dituduh sebagai pelaku bom bunuh diri Paris

Nabila Bakkatha, wanita Maroko yang secara keliru digambarkan di media sebagai pelaku serangan Paris.
9

RABAT (Arrahmah.com) – Seorang wanita Maroko terkejut melihat fotonya terpampang di media internasional sebagai pelaku bom bunuh diri yang telah tewas selama penggerebakan pekan lalu yang menargetkan dalang serangan Paris, lansir NDTV, Selasa (24/11/2015).

“Saya tidak memiliki hubungan dengan terorisme. Hubungan saya hanyalah bahwa foto-foto saya dijual kepada wartawan yang telah menerbitkan. Wartawan tidak meneliti atau apapun, hanya menerbitkan apa yang dia punya,” kata Nabila Bakkatha, yang pergi ke Perancis saat dia berusia 15 tahun dan tinggal di sana selama sembilan tahun hingga tahun 2007.

Di beberapa surat kabar, gambar Nabila telah diberi judul “Hasna Ait Boulahcen, wanita jihadi yang tewas dalam serangan Paris minggu lalu.”

Sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Rabu (24/11), wanita di foto itu bernama Nabila Bakkatha, dan masih hidup.

Foto-foto tersebut dijual kepada wartawan oleh mantan temannya untuk membalas dendam dan telah memperhatikan ada kesamaan antara dua wanita itu.

Berbicara kepada outlet media AJ +, Bakkatha mengatakan bahwa dirinya tidak ada hubungannya dengan pelaku pengeboman.

“Foto ini diambil oleh teman saya, yang menjualnya kepada seorang jurnalis Perancis setelah serangan Paris untuk balas dendam,” kata Bakkatha kepada CNN.

“Tiga hari yang lalu, teman yang lain menelepon saya dan mengatakan bahwa foto-foto saya berada di halaman depan sejumlah surat kabar internasional.”

“Keluarga saya terkejut, dan beberapa kerabat saya tidak berbicara dengan saya lagi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa saat ini dia sedang menggugat mantan temannya serta wartawan yang membeli dan menerbitkan foto itu.

“Hidup saya berubah drastis, saya berhenti bekerja, dan saya tidak bisa keluar lagi karena saya hidup dalam ketakutan terus menerus,” katanya.

“Saya yakin saya akan menghadapi banyak masalah jika saya melakukan perjalanan ke Perancis.”

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...