Tiga remaja Palestina dan seorang warga "Israel" tewas dalam sebuah serangan di wilayah yang diduduki

24

Support Us

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Tiga remaja Palestina telah ditembak mati dan seorang warga “Israel” ditikam sampai mati dalam serangan yang terjadi di Tepi Barat dan Yerusalam Barat yang diduduki, lansir Al Jazeera.

Pada Senin (23/11/2015) sore, Hadeel Awwad (16), ditembak mati oleh seorang penjaga keamanan “Israel” sementara sepupunya Norhan Awwad (14) mengalami luka parah oleh tembakan polisi “Israel” setelah mereka diklaim oleh pasukan “Israel” telah melakukan penikaman terhadap warga Palestina, klaim yang belum terbukti kebenarannya.

Rekaman CCTV menunjukkan bahwa dua remaja Palestina hanya membawa gunting saat mereka menjadi sasaran tembakan oleh pasukan “Israel”.

Selama insiden, kedua gadis tersebut kembali ditembak setelah mereka terjatuh ke tanah dan tidak lagi bergerak. Seorang pria “Israel” bahkan memukul salah satu dari mereka dengan kursi.

Media “Israel” awalnya melaporkan bahwa dua warga “Israel” terluka dalam serangan, namun pejabat rumah sakit kemudian mengatakan salah satu dari mereka yang terluka adalah warga Palestina berusia 70 tahun dari Bethlehem yang mengalami luka tusuk ringan di punggungnya.

Berita Terkait

Yang lainnya adalah seorang penjaga keamanan “Israel” berusia 27 tahun yang ditembak di tangan oleh senjata temannya sendiri, ujar laporan kantor berita Ma’an.

Juga di hari yang sama (23/11), pasukan Zionis menembak dan membunuh seorang warga Palestina berusia 16 tahun di dekat pusat kota Ramallah di Tepi Barat yang diduduki setelah menikam seorang pemukim ilegal Yahudi (20) sampai mati, menurut klaim tentara Zionis.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Alaa Hashash (16) ditembak mati oleh pasukan pendudukan “Israel” saat ia diklaim akan menusuk seorang tentara di dekat desa Huwwara di selatan Nablus.

Ketegangan meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir sejak tentara pendudukan “Israel” menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan melarang jamaah Palestina dari memasukinya.

Pasukan Zionis telah menggunakan kekuatan berlebihan saat warga Palestina menggelar aksi protes menentang pendudukan tentara “Israel” di Masjid Al Aqsa, termasuk menggunakan amunisi, peluru karet berlapis baja dan gas air mata serta senjata lain. (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Iklan