Berita Dunia Islam Terdepan

Seminggu setelah hujan deras, Jeddah masing tergenang

Jalan-jalan di beberapa daerah di Jeddah masih tergenang air. (Foto Saudi Gazette)
1

JEDDAH (Arrahmah.com) – Hampir seminggu setelah hujan deras yang melanda Jeddah dan daerah lainnya pada Rabu (18/11/2015), kota pesisir Laut Merah itu masih tergenang air meskipun kehidupan di beberapa jalan telah berjalan normal.

Sebagaimana dilansir oleh Saudi Gazatte, Selasa (24/11), warga di Kabupaten Harazat di Jeddah timur, yang pernah dilanda banjir parah tahun 2009 dan 2011, meminta kepada pihak berwenang untuk segera melakukan upaya untuk mengalirkan air yang tersumbat itu.

Mereka sangat mengharapkan agar lingkungan mereka terbebas dari genangan air setelah Mais Al-Sulami, seorang bayi perempuan berusia tiga tahun, tenggelam di salah satu genangan air yang membentuk rawa.

Pamannya, Mastour Al-Sulami, mengatakan bahwa keponakannya datang bersama dengan ibunya untuk mengunjungi neneknya ketika kemudian dia tenggelam dan meninggal.

Saat ibunya ingin pulang ke rumah, dia tidak bisa menemukan putrinya dan mulai mencari kemana-mana dengan panik.

Mereka mulai mencari di rawa-rawa setelah salah satu tetangga mereka mengatakan bahwa kemungkinan dia tenggelam.

“Kami menemukan dia terjebak di lumpur di salah satu rawa. Ketika kita menarik keluar, ia sudah meninggal,” katanya.

Pamannya mengatakan bahwa mereka membawanya ke dokter setempat untuk diperiksa dan dokter itu mengatakan bahwa gadis kecil itu telah meninggal.

Dia mengatakan bahwa saluran drainase tidak bisa mengalirkan sejumlah besar air sehingga kabupaten ini masih terendam air sekitar seminggu setelah hujan.

Mereka telah beberapa kali mengadukan hal ini kepada pemerintah kota bahwa sistem drainase tidak sesuai dengan topografi daerah, tetapi tak ada yang dilakukan.

“Air hujan itu tetap stagnan di lingkungan kami sampai menenggelamkan gadis yang kita cintai,” katanya.

Hani Shuail, seorang saksi mata, mengatakan bahwa seluruh kabupaten berduka atas kematian tragis gadis kecil itu, yang meninggal karena kelalaian dan kegagalan pemerintah kota untuk mengalirkan air hujan.

“Sebagian besar jalan-jalan kami masih dipenuhi dengan air. Kami memiliki kekhawatiran bahwa rawa-rawa itu akan menjadi tempat berkembang biaknya serangga dan nyamuk dan mereka dapat menggigit anak-anak kita,” kata Shuail.

Sejumlah kabupaten di utara dan timur Jeddah juga masih tertutup air hujan. Warga telah mengajukan keluhan kepada pemerintah kota untuk melakukan sesuatu sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...