Berita Dunia Islam Terdepan

Pesan dukungan terhadap ISIS dicat di atas sebongkah batu, warga Youngstown ketakutan

Warga Youngston dikejutkan dengan pesan dukungan terhadap ISIS yang dicat di atas sebongkah batu pada Senin (23/11/2015).
2

YOUNGSTOWN, OHIO (Arrahmah.com) – Warga Youngston dikejutkan dengan pesan dukungan terhadap ISIS yang dicat di atas sebongkah batu pada Senin (23/11/2015).

Mahasiswa Youngstown State University (YSU) berunjuk rasa dan ingin mengecat ulang batu sekolah yang berisi pesan dukungan terhadap kelompok ISIS.

Beberapa orang menyampaikan pesan untuk WKBN beserta foto batu tersebut, yang terletak di luar sekolah Kilcawley Center. Salah satu pesannya mengatakan, “YSU mendukung ISIS.” Pesan lain berbunyi, “Perancis layak hancur”, “Jihad ISIS meliputi Tuhan”, dan “Kami datang”.

Para penjaga taman langsung mengecat tulisan itu dengan cat putih. Belum jelas siapa yang mengecat batu itu atau kapan mereka melakukannya.

Para siswa mulai menggambar batu itu dengan desain bendera Amerika. Perwakilan AS, Tim Ryan, muncul di acara tersebut dan mengatakan bahwa ia bangga dengan siswa yang mengecat ulang batu tersebut, WKBN melaporkan (23/11).

Di atas batu tersebut para siswa menggambar pesan seperti, “Berdoalah untuk Paris”, “Tuhan memberkati Amerika”, dan “Tanah bebas”.

Pihak kampus mengirimkan SMS ke mahasiswa dan fakultas pada Senin, yang bertuliskan, “Pesan keprihatinan kami temukan di atas batu. Polisi sedang menyelidikinya. Tidak ada ancaman yang nyata ke kampus saat ini. Info memanggil Polisi YSU: 330-941-3527.”

Keputusan untuk menunggu pihak polisi untuk menyelidiki kasus itu memicu kritik di kampus.

“Saya juga sedikit marah dengan pihak universitas yang tidak memperingatkan kita akan situasi ini,” kata mahasiswa Philip Monrean. “Saya berharap mereka setidaknya mengeluarkan pernyataan, apakah itu tipuan atau bukan.”

Asisten Wakil Presiden universitas, Shannon Tirone, mengatakan YSU telah memberikan sebuah peringatan di kampus sampai polisi dan FBI memutuskan bahwa pesan di batu itu bukan ancaman yang nyata.

“Kami sudah meningkatkan patroli di kampus. Tidak begitu banyak, karena kami melihatnya sebagai ancaman, tapi kami ingin memastikan bahwa siswa kami tahu bahwa mereka aman,” kata Tirone.

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...