Diserang Rusia, 1.500 etnis Turki di Suriah melarikan diri ke Turki

35

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Sekitar 1.500 Turkmen (etnis Turki) di Suriah telah melarikan diri ke perbatasan Turki untuk menyelamatkan diri dari pertempuran terbaru yang berlangsung di bagian barat laut Turki, kata seorang pejabat Turki, pada Ahad (22/11/2014).

Sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Turki telah menyatakan keprihatinan dalam beberapa hari terakhir atas serangan udara Rusia di daerah itu, dan mengkhawatirkan bahwa serangan udara itu bertujuan untuk menghantam pejuang oposisi Suriah dan memperkuat rezim Presiden Bashar al-Assad.

Sementara itu, pejuang Turkmen yang didukung oleh Turki telah meluncurkan operasi darat mereka sendiri di Suriah utara untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh ISIS.

“Sampai saat ini, sekitar 1.500 saudara dan saudari Turkmen kita telah datang ke wilayah perbatasan kita,” kata gubernur wilayah Hatay Turki di perbatasan Suriah Ercan Topaca, seperti dikutip oleh kantor berita Turki.

“Tentu saja kami siap untuk memenuhi semua kebutuhan mereka, terutama karena kondisi musim dingin yang sedang mulai,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa sebanyak 575 tenda sudah dikirim, serta selimut, makanan dan obat-obatan.

Berita Terkait

Turki mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan total dana sebesar 2,2 juta bagi pengungsi yang melarikan dari empat tahun perang Suriah, dan Turki masih mempertahankan “kebijakan pintu terbuka”, sembari memperingatkan bahwa Turki juga memiliki keterbatasan kemampuan untuk menampung lebih banyak pengungsi.

Topaca mengatakan bahwa pihak berwenang Turki sedang mempersiapkan kemungkinan gelombang baru pengunngsi dari daerah yang terkena dampak itu, dimana ada 15 desa etnis Turkmen di zona konflik dengan total populasi hingga 35.000, termasuk etnis Arab.

Ankara telah menyatakan kemarahan atas serangan bom yang dilancarkan oleh jet Rusia dan rezim Suriah di wilayah tersebut.

Turki memanggil duta besar Moskow pekan lalu untuk memprotes serangan itu.

Turkmen adalah minoritas etnis berbahasa Turki yang tinggal bersama penduduk Arab dan Kurdi dan secara tradisional memiliki hubungan tidak nyaman dengan rezim Suriah Bashar al-Assad dan mendiang ayahnya Hafez.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Kebrutalan polisi Prancis bangkitkan kembali trauma fotografer berita asal Suriah

PARIS (Arrahmah.com) - Seorang fotografer Suriah yang terluka saat tengah meliput protes pada akhir pekan di Paris mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa pemandangan "darah di mana-mana" selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa…

Pejabat Zionis: Dunia harus berterima kasih pada "Israel" atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Seorang pejabat "Israel" yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times pada hari Sabtu (28/11/2020) bahwa dunia harus berterima kasih kepada negaranya atas pembunuhan sosok yang diduga dalang…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

Pria ini berjalan kaki dari Afrika ke Masjid Al-Aqsa

YERUSALEM (Arrahmah.com) - Shahid Bin Yusef Takala, seorang dosen universitas Afrika Selatan, telah berjalan dari Cape Town ke Masjid Al-Aqsa Yerusalem dan berencana untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki ke Madinah dan Mekah…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Iklan