Berita Dunia Islam Terdepan

Pelaku penyerangan Paris mencuri kartu identitas tentara Suriah yang tewas untuk bisa masuk ke Eropa

Sumber investigasi Perancis mengatakan bahwa paspor yang ditemukan di Stade de France itu diambil dari tentara Suriah yang tewas bulan lalu, atau berdasarkan identitasnya. (Foto: MEE).
2

PARIS (Arrahmah.com) – Seorang pelaku bom bunuh diri di Paris menggunakan identitas seorang tentara Suriah yang tewas untuk menyeberang ke Eropa dan mengambil bagian dalam serangan yang menewaskan sedikitnya 129 orang di Paris, menurut laporan, sebagaimana dilansir oleh Middle East Eye, Selasa (17/11/2015).

Kantor berita AFP melaporkan, seorang penyidik Perancis mengatakan bahwa semua indikasi menunjukkan bahwa paspor Suriah yang ditemukan di dekat jenazah seorang pelaku bom bunuh diri kemungkinan milik seorang tentara Suriah yang tewas beberapa bulan yang lalu.

Perancis pada Senin (16/11) telah menyebut Ahmad al-Muhammad sebagai salah satu penyerang yang meledakkan diri di luar station Stade de France, pada Jum’at (13/11).

Identifikasi yang didasarkan pada paspor menyebutkan bahwa ia lahir pada tanggal 10 September, 1990 di kota Suriah Idlib.

Sumber itu mengatakan kepada AFP, pada Selasa (17/11), bahwa paspor itu diambil dari orang yang telah tewas atau dibuat berdasarkan identitas nyata.

Paspor itu terdaftar di pulau Yunani Leros pada 3 Oktober, dan terlihat lagi di Serbia dan Kroasia di hari-hari berikutnya.

Yunani dan Serbia berada di rute pengungsi Balkan, yang telah digunakan oleh lebih dari 800.000 orang tahun ini untuk melarikan diri perang di Timur Tengah.

Beberapa kelompok politik sayap kanan di seluruh Eropa telah menyampaikan penemuannya sebagai argumen untuk menolak masuknya pengungsi ke Eropa.

Pemimpin Front Nasional Anti-imigrasi Preancis Marine Le Pen menyerukan untuk segera menghentikan masuknya pendatang baru.

Sementara itu, Menteri Olahraga Perancis Patrick Kanner mengatakan bahwa pihak keamanan stadion Stade de France telah berhasil menggagalkan tragedi besar dengan mencegah pelaku pengeboman memasuki stadion.

Stade de France itu penuh sesak dengan 79.000 penggemar sepak bola ketika tiga penyerang itu meledakkan diri mereka di luar stadion, menewaskan satu penonton dan melukai puluhan orang lainnya.

Salah satu penyerang dilaporkan berhasil dicegat di pintu masuk stadion 15 menit sebelum pentandingan ketika penjaga keamanan mendeteksi rompinya yang berisi bahan peledak. Penyerang itu kemudan meledakkan dirinya di luar stadion.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...