Berita Dunia Islam Terdepan

Di Solo, “Bantu Suriah pertahankan Al Aqsho” dihadiri ratusan jama’ah

Tabligh akbar "Bantu Suriah pertahankan Al Aqsha" di Solo, Ahad (15/11/2015)
7

SOLO (Arrahmah.com) – Tabligh akbar bertajuk “Bantu Suriah Pertahankan Al Aqsho” di Solo dihadiri ratusan jama’ah yang terdiri dari beberapa eleman dan ormas Islam yang ada di Surakarta, Ahad 1(5/11/2015). Syam Organizer menyelenggarakan acara serupa serentak di 28 kota di Indonesia.

Reporter Harno melaporkan ,sedari pagi jamaah memadati masjid Jami’ MUI Surakarta untuk mendengarkan paparan dan gambaran langsung kondisi terkini yang dialami saudara Muslim kita di Suriah. Beberapa pembicara yang hadir yakni Ustadz Faishol Abu Ja’far, Ustadz HM. Ismail Yusanto, Ustadz DR. Mu’inudinillah Basri, MA dan moderator Ustad Ahsan Atsaqofi.

Ustadz Faishol menyampaikan kondisi terkini pengungsi Suriah dan kondisi memprihatinkan warga Palestina yang hingga detik ini mereka masih membutuhkan uluran bantuan kaum muslimin di manapun berada. Beliau juga menyampaikan pengalamannya sewaktu menjadi relawan kemanusiaan Indonesia untuk Suriah di tahun 2014 yang lalu, dan kondisi musim dingin yang hingga saat ini masih menghantui sebagian besar penduduk Palestina dan Suriah.

Diungkapkan ustadz Faishol, jika musim dingin tiba para pengungsi tinggal di dalam tenda tenda darurat ala kadarnya, dengan hidup serba keterbatasan di bawah tekanan rezim penguasa Bashar Asad.

“Lebih memprihatinkan lagi kondisi anak anak Suriah yang sebagian besar kehilangan orang tua dan hidup sebatang kara tanpa siapa siapa juga harus menerima pil pahit dari kondisi konflik yang ada. Itulah sedikit gambaran kondisi rakyat Suriah yang terdholimi oleh kebengisan para penguasa,” paparnya.

Jamaah yang hadir pada tabligh akbar di Masjid Jami MUI Surakarta
Jamaah yang hadir pada tabligh akbar di Masjid MUI Solo

Sesi berikutnya Ustadz HM. Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyampaikan dari sudut pandang yang berbeda tentang konflik yang tiada usai di Negeri Syam, khususnya di Suriah. Beliau memaparkan bagaimana negara barat amerika dan orang orang Syiah mempunyai kepentingan di balik tragedi konflik berkepanjangan di Suriah.

“Bahwa Amerika dengan segala daya dan kekuatannya beserta antek antek nya tidak akan rela Syam di kuasai oleh Mujahidin yang saat ini mendominasi kekuatan di sana. Begitu juga kaum Syiah yang kini sudah meluas mendominasi pemerintahan di Timur Tengah seperti negara Iraq, Iran, Bahrain dan yang lainnya yang otomatis mereka mempunyai proyek untuk mengambil kekuasaan di negara yang mayoritas berpenduduk Sunni di Suriah,” kata Ismail.

Tabligh akbar semakin hangat saat pembicara ketiga Ustadz DR. Mu’inudinillah Basri, MA yang juga ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyampaikan betapa kejamnya rezim keuasaan Bashar Asad di Suriah yang telah membunuhi banyak kaum muslimin yang mayoritas mereka adalah Sunni. Dan juga kesesatan Syiah yang ada disana begitu jauh menyimpang dari Tuntunan Allah SWT dan ajaran Nabi-Nya.

Bahwa Syiah yang ada di Suriah sudah sangat berkembang pesat hingga ke beberapa negara tetangga, begitu juga Indonesia. Sudah sepantasnya umat ini sadar akan bahaya Syiah yang mengancam negeri ini,” pesan Ustadz.

Oleh karena itu Ustadz Muin mengajak untuk selalu menguatkan ukhuwah Islamiyah diantara kaum Muslimin untuk tetap satu barisan, agar tercipta suatu kekuatan yang nyata. Mengingat orang Syiah juga menggandeng Komunis Rusia yang saat ini juga ikut andil dalam pelumpuhan penyerangan para mujahidin yang ada di Suriah.

Terakhir, Ustadz Ahsan Atsaqofi mengajak para jama’ah untuk tetap peduli dan selalu senantiasa mendoakan mereka dimanapun berada. Minimal doa yang kita berikan wujud dari kepedulian kita terhadap mereka. Dia mengajak para hadirin untuk mengeluarkan infak terbaik yang mereka miliki, infak yang ditunaikan di jalan Allah yang sudah pasti Allah akan lipat gandakan pahala di akhirat kelak.

Rasulullah SAW bersabda:“Barangsiapa meringankan satu kesusahan orang mukmin dari kesusahan-kesusahan-nya di dunia, maka Allah akan meringankan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari qiyamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan, Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat” (HR. Muslim). (azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...