Berita Dunia Islam Terdepan

NATO gelar latihan militer terbesar dalam satu dekade untuk menangkal ancaman Rusia

Seorang pilot F-16 dari Fighter Squadron 480, Spangdahlem Air Base, Jerman, melakukan pemeriksaan pra-penerbangan sebelum lepas landas di Beja Air Base, Portugal pada 21 Oktober, dalam mendukung Exercise Trident Juncture 2015.
4

BRUSSELS (Arrahmah.com) – NATO menggelar latihan militer terbesar dalam lebih dari satu dekade, sebuah langkah yang dipandang sebagai penangkal atas tindakan Rusia di Ukraina dan Suriah. Keempat cabang angkatan bersenjata AS ikut ambil bagian dalam latihan tersebut.

Sebagaimana dilansir oleh AirForceTimes, Kamis (29/10/2015), latihan militer yang bertajuk Exercise Trident Juncture 2015 akan melibatkan 36.000 personel lebih dari 30 negara – termasuk AS.

Latihan tersebut berlangsung di beberapa negara terutama di Spanyol, Portugal dan Italia, dan mencakup bagian Samudera Atlantik dan Laut Mediterania, serta di Norwegia, Jerman, Belanda, Belgia dan Kanada. Ini merupakan latihan militer NATO terbesar sejak tahun 2002.

Sebanyak lima ribu pasukan AS dari semua cabang layanan militer akan berpartisipasi dalam Exercise Trident Juncture 2015. Latihan ini dimulai dari 19 Oktober dan akan berlangsung hingga 6 November.

“Latihan seperti ini sangat penting untuk keamanan berkelanjutan kami,” kata Duta Besar AS dan Wakil Sekretaris Jenderal NATO Alexander Vershbow di upacara pembukaan Exercise Trident Juncture 2015 ini.

“Dalam situasi keamanan yang berubah dengan cepat, dengan tantangan baru yang muncul hampir setiap hari, memastikan kesiapan dan kemampuan operasional pasukan kita adalah lebih penting daripada yang pernah ada,” ujar Vershbow.

Di Baltik, tempat pangkalan laut Rusia di Kaliningrad, Rusia telah menempatkan rudal yang mampu menangkis serangan dari kapal dan pesawat. Rudal tersebut mampu bekerja di wilayah yang luas.

“Kami sangat khawatir mengenai peningkatan kehadiran militer Rusia. Peningkatan konsentrasi tentara di Kaliningrad, Laut Hitam dan timur Mediterania memang menjadi tantangan tambahan,” kata Jenderal Alexander Vershbow.

(ameera/arrahmah.com).

Baca artikel lainnya...