Berita Dunia Islam Terdepan

Bentrokan terjadi di Hebron setelah seorang Palestina tewas di Jalan Shuhada

10

HEBRON (Arrahmah.com) – Bentrokan meletus di daerah Bab Al-Zawiya di pusat kota Hebron pada Kamis (29/10/2015) setelah seorang remaja Palestina, Farouk Abdel Sidr (19), terbunuh di dekat Jalan Shuhada, kata penduduk setempat seperti dilansir Ma’an pada Kamis (29/10)

Penduduk setempat mengatakan beberapa orang Palestina cedera dalam bentrokan tersebut, termasuk tiga demonstran yang ditembak dan terluka dengan peluru karet berlapis baja dan puluhan orang lainnya yang menderita inhalasi gas air mata yang parah.

Selain itu, jendela mobil wartawan lokal Hazem Badr hancur terhantam peluru karet selama terjadi bentrokan.

Sementara itu, pemukim “Israel” menyerang rumah-rumah warga Palestina di Jalan Shuhada dan area Tel Rumeida, kata penduduk setempat.

Beberapa jam sebelum bentrokan terjadi, tentara “Israel” menembak mati Sidr (19) di dekat pemukiman ilegal Beit Hadassah di Jalan Shuhada di pusat Hebron.

Seorang wanita Palestina di daerah itu pada saat yang bersamaan mengatakan kepada Ma’an bahwa ia “mendengar suara tembakan dan melihat tentara dan pemukim ‘Israel’ menembaki seorang pemuda Palestina saat ia sedang berjalan menuruni tangga.” Wanita Palestina itu juga mengatakan bahwa pemuda Palestina itu tidak membawa apa-apa di tangannya.

Lebih dari 60 warga Palestina telah tewas bulan ini. Kelompok HAM menyeru kepada “Israel” untuk menghentikan pembunuhan terhadap warga Palestina.

Jalan Shuhada adalah daerah yang sangat kontroversial. Pada tahun 1994 jalan itu ditutup setelah seorang ekstrimis Yahudi memasuki Masjid Ibrahimi dan melepaskan tembakan yang menewaskan 29 jamaah dan melukai 125 orang.

Pasukan “Israel” kemudian menutup jalan tersebut dengan alasan ingin melindungi pemukiman Yahudi di Hebron dari pembalasan Palestina.

Menurut kelompok hak asasi “Israel” B’Tselem, pada 2007 lebih dari 40% rumah warga Palestina telah ditinggalkan dan tiga perempat perusahaan komersial telah tutup karena kesulitan yang mereka hadapi akibat dari penutupan jalan dan pos-pos pemeriksaan.

Lebih dari 500 pemukim “Israel” tinggal di Kota Tua Hebron, banyak di antaranya telah menduduki rumah Palestina secara Ilegal. Para pemukim ilegal “Israel” itu dilindungi oleh ribuan pasukan “Israel”, dan sering melecehkan warga lokal Palestina.

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...