Berita Dunia Islam Terdepan

Bahas bahaya Syiah, elemen Muslim temui Walikota Bandung

Eelemen umat Islam beraudiensi dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Oded M Danial di Balaikota Bandung, Selasa (27/10/2015). Foto Alhikmah.co
4

BANDUNG (Arrahmah.com) – Elemen Muslim Bandung menemui Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk menyampaikan aspirasi terkait keresahan masyarakat akan gerakan Syiah di Balaikota, Selasa (27/10/2015). Pertemuan itu juga, sekaligus meminta klarifikasi atas terselenggaranya acara Syiah Asyuro di Stadion Persib beberapa waktu lalu.

Walikota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial, dan Ketua Tim Kebijakan Publik Pemkot Dede Mariana langsung menemui tamunya.

Kepada pimpinan Pemkot Bandung seorang warga Kiaracondong mengungkapkan keresahannya dengan keberadaan markas Syiah Muthahari.

“Saya sebagai warga asli Kiaracondong- Bandung, sudah sangat resah dengan aktivitas Syiah di lingkungan kami, khususnya di dekat Muthahari” ungkap Deden di satu kesempatan. Nampak hadir pula Ketua RW 02 Kacapiring, yang beberapa waktu lalu wilayahnya digunakan ormas Syiah IJABI menggelar perayaan Asyuro, lansir Alhikmah.co Selasa (27/10/2015).

Dalam pertemuan tersebut, umat Islam pun meminta agar Wali Kota bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) bertidak atas aduan keresahan masyarakat.

“Kami meminta kepada Walikota Bandung untuk segera dalam forum Muspida membahas dan melarang Syiah di Bandung,” kata Roinul Balad, perwakilan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Jawa Barat.

Roin pun melampirkan Surat Rekomendasi MUI Jabar yang berisi Penolakan Perayaan Asyura di Bandung. Juga sikap MUI Jabar bahwa Syiah merupakan aliran menyimpang dan membahayakan NKRI. Ditambah, Surat Kemenag Jabar yang berisi dukungan atas rekomendasi MUI Jabar.

Walikota Bandung merespon positif aspirasi umat Islam dan akan membawa aspirasi dari hasil pertemuan ini ke tingkat pusat.

“Kalau kita sepakati bisa saya bawa aspirasi ini ke pemerintah pusat, ke MUI Pusat juga. Bukankah ada negara yang melarang Syiah seperti Malaysia? Jadi juga keputusannya nasional,” katanya.

Dia berharap para dai terus menjelaskan ihwal penyimpangan akidah Syiah kepada masyarakat dan terus berdakwah dengan massif.

“Harapan saya, saran saya, agar coba memperluas perjuangan di forum-forum yang lebih banyak, sehingga bisa mengena ke semua pihak, khususnya yang wilayahnya abu-abu,” ajak Ridwan Kamil.

Sejumlah elemen umat Islam yang turut serta dalam pertemuan diantaranya Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Persis, Wahdah Islamiyyah, Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (Hasmi), Pembela Ahlus Sunnah (PAS) Jabar, Pemuda Persis, Komunitas Dakwah Sosial (Kodas), Garis, Pemuda Istiqamah, Brigez Indonesia, Hidayatullah, Pejuang Subuh, dan puluhan komunitas – ormas lainnya.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...