Berita Dunia Islam Terdepan

Putin dan Erdogan membicarakan kunjungan pemimpin rezim Suriah ke Moskow

Foto: Anadolu Agency
4

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, melakukan percakapan telepon dengan rekan Rusia-nya, Vladimir Putin, pada Rabu (21/10/2015) mengenai kunjungan pemimpin rezim Nushairiyah Suriah, Bashar Asad ke Moskow.

Putin memberikan rincian mengenai kunjungan Asad, sumber kepresidenan mengatakan pada Rabu, lansir Anadolu Agency.

Erdogan dilaporkan menyuarakan keprihatinannya atas gelombang migrasi karena serangan yang ditujukan ke Aleppo dan daerah tetangga.

Presiden Turki juga menaruh perhatian kepada hubungan antara PYD (Partai Uni Demokratik Kurdi), dan YPG (Unit Perlindungan Rakyat)—yang bertempur di Suriah—dan organisasi teroris PKK.

Erdogan juga menggarisbawahi bahwa Turki menekankan pentingnya untuk melawan semua organisasi teroris, termasuk ISIS.

Kedua pemimpin sepakat untuk membahas semua masalah ini dengan terperinci ketika mereka bertemu di G20 Leaders Summit, yang akan diselenggarakan pada 15-16 November di provinsi selatan Turki Antalya.

Pada Selasa (20/10/2015) malam pemimpin rezim Suriah Bashar Asad bertemu rekan Rusia-nya, Vladimir Putin, di Moskow.

Menurut situs Kremlin, Presiden Rusia mengatakan terorisme di Timur Tengah dan ketidakstabilan di wilayah tersebut wajib mendapat perhatian bagi banyak negara.

Pertemuan itu terjadi setelah AS dan Rusia menandatangani perjanjian untuk “de-conflict” operasi udara di atas wilayah udara Suriah.

Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah akhir bulan lalu. Serangan ditujukan untuk mendukung rezim Asad—sekutu Rusia—dengan klaim menargetkan Daulah Islam atau yang dulu dikenal dengan akronim ISIS, menurut Kremlin.

Tapi Turki dan Barat menuduh Rusia menargetkan kelompok moderat Suriah yang menentang Asad.

Untuk menghindari konflik militer di kawasan itu, AS dan pejabat militer Rusia pada 1 Oktober mulai berbicara tentang keselamatan udara di atas Suriah.

Setidaknya 250,000 orang telah tewas sejak awal konflik Suriah pada tahun 2011, dengan 7,6 juta pengungsi dan lebih dari 4 juta orang telah melarikan diri ke negara-negara terdekat.

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...