Berita Dunia Islam Terdepan

Paranoia, penyebab tentara “Israel” beberapa kali melakukan kesalahan saat melepaskan tembakan dan membunuh warga “Israel”

Pasukan "Israel" menembak mati seorang warga "Israel yang dikira orang Palestina.
2

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Tentara Zionis telah menembak mati seorang pria Yahudi “Israel” karena keliru dan mengira pria tersebut adalah penyerang yang berasal dari Palestina. Peristiwa tersebut terjadi kurang dari seminggu setelah seorang pengungsi Eritrea juga dibunuh oleh tentara “Israel” karena hal serupa.

Rasa paranoia telah melanda “Israel” dan wilayah yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekerasan baru yang telah menyaksikan tentara “Israel” membunuh sedikitnya 52 warga Palestina termasuk demonstran tak bersenjata, pengamat dan orang-orang yang diklaim akan melakukan serangan terhadap warga atau tentara “Israel”. Delapan warga “Israel” tewas dalam periode waktu yang sama.

Menurut juru bicara kepolisian Zionis “Israel”, Micky Rosenfeld, korban terakhir pembunuhan terbaru pada Rabu (21/10/2015) diklaim menolak untuk memberikan kartu identitas ke tentara, mulai meninju mereka dan berusaha untuk merebut salah satu senjata mereka. Dia ditembak mati di tempat kejadian.

Yehuda Meshi Zahav, seorang member medis darurat ZAKA yang dipanggil ke tempat kejadian, mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa ia juga telah keliru mengira pria tersebut adalah warga Palestina, lansir Al Jazeera pada Jum’at (23/10).

“Saya ingin menutupi jenazah dengan tas hitam (yang biasa digunakan untuk menutupi terduga penyerang),” ujarnya.

“Setelah saya diminta untuk mengurus jenazah tersebut, saya melihat bahwa dia adalah seorang Yahudi dan bahwa itu adalah kesalahan untuk berbicara mengenai ‘teroris’. Saya segera memberitahu polisi dan kami beralih ke kantong mayat ZAKA berwarna putih.”

Dengan protes melawan pendudukan “Israel” menyebar ke seluruh Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur yang diduduki dan Jalur Gaza sejak 1 Oktober, pasukan Zionis telah merespon dengan keras, menyerang demonstran dan memberlakukan pembatasan ketat pada gerakan warga Palestina.

Pembunuhan pada Rabu datang hanya beberapa hari setelah Haftum Zarhum, seorang pencari suaka Eritrea tewas setelah ditembak oleh tentara “Israel” dan digantung oleh massa “Israel”.

Pada Ahad malam, Zarhum ditembak oleh pasukan Zionis yang telah keliru mengira bahwa dirinya adalah penyerang Palestina. Dari warga “Israel” hingga prajurit memukulinya dengan kursi, dan menghantamkan bangku ke kepalanya.

Awal bulan ini, seorang warga “Israel” menikam pria Yahudi yang ia kira warga Palestina dan serangan tersebut dimaksudkan sebagai serangan balas dendam. Korban terluka cukup parah dan dirawat di rumah sakit. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...