Berita Dunia Islam Terdepan

MUI mengecam keras kebohongan Luhut soal Tolikara

Surat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) proxy zionis, jelas berisi permusuhan terhadap Islam dan kaum Muslimin di Papua, dengan melarang shalat idul Fitri 1436 H (17/7/2015) dan larangan mengenakan jilbab untuk Muslimah
2

JAKARTA (Arrahmah.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam pernyataan Menkopolhukam Luhut Panjaitan tentang tragediTolikara yang disebutnya sudah selesai. MUI menilai Luhut telah berbohong.

‎”MUI mengecam keras kebohongan yang disampaikan Luhut‎. Luhut seakan-akan tidak mengerti apa-apa masalah di Tolikara,‎” kata Yusnar Yusuf, Ketua MUI di kantor MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2015), lansir Teropongsenayan..

Dia mengatakan sudah lebih dari 100 hari meledaknya pembakaran masjid di Tolikara pelaku intelektual tak kunjung diproses dengan serius. Ini telah menggangu rasa keadilan masyarakat muslim.

Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama ini mengungkapkan penegakan hukum terhadap aktor intelektual tragedi Tolikara belum disentuh.‎ Sampai saat ini hanya terdapat dua orang dari pelaku teror yang dijadikan tersangka.

“Bangsa ini belum menunjukkan sebagai negara hukum.‎ Penanganan kasus Tolikara sangat mengecewakan umat Islam Indonesia,” kata Yusnar Yusuf sambil mengungkapkan kekecewaan terhadap Luhut Panjaitan.

Dia mengungkapkan hal itu menanggapi pernyataan Luhut dalam wawancara sebuah majalah. Dalam majalah edisi 19-25 Oktober 2015, tepat di halaman 102, Luhut menyatakan, “Seperti kasus kerusuhan di Tolikara, Papua, itu sudah selesai.”

Menurut dia pernyataan tersebut sangat terburu-buru, tidak sesuai dengan fakta, tidak benar dan diskriminatif. Sehingga menyakiti rasa keadilan warga Muslim di Tolikara Papua. Sebab memang jauh dari kenyataan di lapangan.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...