Berita Dunia Islam Terdepan

Masih ingat dengan pemuda Muslim pembuat jam yang dikira bom? Sekarang dia di Mekkah menunaikan Umrah

Ahmad Muhammad Al-Hassan dengan kerabatnya di Mekkah. (SPA)
4

RIYADH (Arrahmah.com) – Pelajar AS berbakat asal Sudan, Ahmad Muhammad, tiba di Jeddah pada Jum’at pagi untuk melaksanakan umrah dan mengunjungi kerabatnya. Kerajaan Arab Saudi pekan lalu mengundang Ahmad Muhammad untuk mengunjungi negara itu untuk umrah.

Sebagaimana dilansir oleh Arab News, Sabtu (10/10/2015), setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, Ahmad Muhammad mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Saudi atas undangannya untuk mengunjungi Arab Saudi untuk melakukan umrah dan bertemu dengan sanak keluarganya.

Awad Qarshom, kepala komunitas Sudan di Jeddah, mengatakan bahwa pengawas komunitas Sudan akan menghubungi keluarga Ahmad Muhammad untuk menggelar acara sebagai bentuk penghargaan kepada pelajar berbakat itu.

Berbicara kepada Arab News, Qarshom mengatakan: “Ahmad [Muhammad] Al-Hassan akan disambut oleh komite kreativitas komunitas Sudan di Jeddah selama acara yang akan segera diselenggarakan bersama dengan tokoh terkemuka komunitas [Sudan] di Kerajaan [Arab Saudi] serta wartawan dari media Sudan termasuk TV dan surat kabar.”

Ahmad Muhammad adalah seorang pelajar di MacArthur High School di Irving, Texas, ketika ia ditangkap pada bulan September karena gurunya mengira jam buatannya adalah bom. Jam tersebut, yang dibuat oleh Ahmad dalam waktu 20 menit dengan menggunakan bahan dasar, menyebabkan penangkapannya oleh polisi Texas.

Ahmad diskors dari sekolah selama tiga hari, dan insiden itu memicu kemarahan meluas bahwa ia diperlakukan tidak adil.

Kejadian penangkapan terhadap Ahmad Muhamad ternyata pernah dialami oleh kakeknya di Sudan. Saat itu kakeknya juga masih berusia 14 tahun

Ayah saya sangat mencintai ilmu pengetahuan,kenang Musa AlHassan, paman Ahmad.

“Menyadai bahwa sekolah yang berafiliasi dengan pendudukan Inggris lebih baik, ia melarikan diri untuk belajar di kota Omdurman, meskipun ayahnya sangat menentang.

Tapi setelah ia berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, salah satu warga setempat menangkapnya, menahannya selama beberapa jam, dan mengirimnya kembali ke keluarganya, kenang Musa.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...