Berita Dunia Islam Terdepan

Jam pelajaran agama Islam kurang, Madrasah Diniyah solusinya

Anak-anak membaca Al Quran
6

YOGYAKARTA (Arrahmah.com) – Jam pelajaran agama Islam di sekolah dasar (SD) seringkali dirasa kurang oleh orang tua dan siswa. Untuk itu program penguatan pendidikan agama Islam di madrasah menjadi solusinya, Ini tampak pada hasil kerja sama Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Sebagai percontohan SD Suryodiningratan 2 Yogyakarta resmi ditetapkan sebagai percontohan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

“Jam pelajaran pendidikan agama di sekolah negeri dirasa masih kurang. Rata-rata hanya diberikan dua jam pelajaran dalam satu pekan. Oleh karena itu, melalui program Madrasah Diniyah Takmiliyah ini, siswa sekolah bisa memperoleh pengayaan materi pendidikan agama,” kata Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta Sigit Warsita di sela peluncuran program di Yogyakarta, Kamis (8/10/2015), lansir Antara.

Menurut dia, pengayaan materi pelajaran pendidikan agama melalui program Madrasah Diniyah Takmiliyah akan lebih ditekankan pada penguatan akhlak dan budi pekerti, aqidah dan pendidikan Alquran.

Pendalaman materi pendidikan agama di SD Suryodiningratan 2 akan dilakukan dalam tiga kali pertemuan tiap pekan. Setiap pertemuan berdurasi 90 menit.

Pendalaman materi pendidikan agama akan menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler siswa yang bisa diberikan sebelum atau sesudah jam pelajaran usai.

Kantor Kemenag Kota Yogyakarta siap mengerahkan 27 penyuluh agama berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 335 tenaga penyuluh honorer untuk mendukung program tersebut.

“Kami akan terus menambah jumlah SD negeri yang mengikuti program ini. Sudah ada terget periodik yang kami tetapkan mengenai jumlah kepesertaan,” katanya.

Kemenag menargetkan akan ada setidaknya satu SD di tiap kecamatan yang mengikuti program tersebut dalam waktu 1,5 tahun ke depan dan setidaknya satu SD di tiap kelurahan yang mengikuti program itu dalam waktu empat tahun ke depan. Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 90 SD negeri.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, pendidikan agama dan budi pekerti sangat penting diberikan sejak dini untuk mendukung pembentukan karakter siswa.

“Pendidikan agama tidak hanya diberikan di rumah tetapi juga perlu dilakukan di sekolah. Harapannya, program ini akan memberikan manfaat yang tinggi kepada seluruh siswa,” katanya. (azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...