Berita Dunia Islam Terdepan

Selain mengecam FIPS tuntut Asad hentikan kebrutalan terhadap rakyatnya

Ustadz Abu Harits, Sekjen FIPS
1

JAKARTA (Arrahmah.com) – Menanggapi perkembangan tragedi kemanusiaan di Suriah saat ini, Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) mengecam aksi semena-mena yang dilancarkan oleh pasukan koalisi bentukan Rusia dan Amerika, serta menuntut kepada rezim Syiah Bashar Assad untuk menghentikan kekerasan dan kebrutalan terhadap rakyatnya sendiri.

Dalam rilisnya Rabu (7/10/2015), Abu Harits Sekjen FIPS juga mengajak umat Islam Indonesia untuk peduli pada nasib kaum Muslimin di Suriah.

“Kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin dunia, dan khususnya kaum muslimin Indonesia, untuk turut mendoakan dan menyalurkan donasi untuk saudara-saudara seiman yang tertindas di bumi Syam, khususnya di Suriah,” serunya.

Adapun kepada pemerintah Indonesia, menurut FIPS, diharapkan turut aktif dalam penyelesaian krisis kemanusian di Suriah ini dengan pernyataan sikap tegas terkait kebrutalan rezim Assad, serta memberikan laluan dan fasilitas bagi lembaga kemamusian dari Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan kemanusian ke Suriah.

Telah diketahui bersama, Rezim Syiah yang berkuasa di Suriah, Bashar Assad telah membantai ratusan ribu rakyat negeri para Nabi tersebut.

Penderitaan rakyat suriah semakin bertambah ketika Amerika berhasil memprovokasi negara teluk dan NATO untuk membentuk pasukan koalisi setahun lalu dengan dalih memerangi ISIS. Namun pada kenyataannya yang disasar adalah warga sipil.

Hari ini penderitaan rakyat Suriah semakin berlipat ganda dengan interverensi militer yang diprakarsai secara terang-terangan oleh Rusia dan Iran.

“Dari sudut pandang kemanusiaan, tragedi yang terjadi di Suriah menjadi bukti dan saksi atas hilangnya rasa kemanusiaan dari negara-negara yang ikut memperburuk kondisi kemanusiaan di Suriah. Hanya sekedar mempertahankan sebuah rezim, mereka lancang mengorbankan jutaan nyawa manusia,” demikian FIPS.

Di saat bersamaan, tulis FIPS, ketika ada bantuan kemanusian untuk rakyat Suriah yang tertindas justru dituduh membantu teroris. Ditambah lagi larangan untuk ikut campur dalam konflik internal negara Suriah.

“Sementara faktanya, negara-negara barat dan negara sekutu Suriah seperti Iran telah jelas-jelas turut campur dalam permasalahan internal Suriah dan turut serta memberikan teror-teror maut kepada rakyat Suriah,” ungkap FIPS.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...