Berita Dunia Islam Terdepan

Turki peringatkan Rusia yang melanggar wilayah udaranya

A Turkish jet fighter flies overhead during an army parade marking the 40th anniversary of the Turkish military invasion of Cyprus, on July 20, 2014, in Nicosia, in the northern Turkish-controlled area of the of the east Mediterranean island. The anniversary marks the exact moment when Turkish troops invaded in 1974 in response to an Athens-engineered military coup to unite Cyprus with Greece. AFP PHOTO/YIANNIS KOURTOGLOU
2

TURKI (Arrahmah.com) – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pada Senin (5/10/2015) mengatakan angkatan udara negaranya akan mencegat setiap pesawat yang melanggar wilayah udara nasional Turki setelah pemerintah melaporkan sebuah jet Rusia memasuki wilayahnya pada akhir pekan, lansir MEE.

Ankara memanggil duta besar Rusia untuk menyampaikan bahwa Turki memprotes keras pelanggaran di dekat perbatasan Suriah yang terjadi pada Sabtu (3/10) itu. Dua F-16 Turki mencegat pesawat tersebut, memaksanya kembali ke Suriah, kata pemerintah.

Turki menuntut supaya pelanggaran seperti itu tidak kembali terulang, kecuali jika Rusia akan bertanggung jawab atas insiden yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi.

Davutoglu pada hari Senin mengatakan kepada televisi Haber-Turk: “Aturan kami mengenai keterlibatan itu jelas bagi siapapun yang melanggar wilayah udara kami. Angkatan Bersenjata Turki secara jelas diperintahkan. Bahkan seekor burung yang terbang [di wilayah udara kami] pun, akan dicegat,” tekannya.

Seorang pejabat senior pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, juga mengatakan pada hari Senin bahwa pelanggaran Rusia mungkin disengaja.

“Saya tidak yakin bahwa ini adalah kecelakaan,” kata pejabat itu. “Ini hanya menegaskan keprihatinan yang mendalam kami atas apa yang mereka lakukan. Hal ini mengundang pertanyaan mengenai niat mereka dan tentu menimbulkan pertanyaan tentang pemahaman perilaku dasar (dan) perilaku profesional [mereka] di udara.”

Rusia telah memulai serangan udaranya di Suriah pekan lalu dengan klaim akan menyerang kelompok “ekstremis”, termasuk kelompok “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, namun serangan udara Rusia pada hari pertama dilaporkan malah menyasar puluhan warga Sipil di Homs.

(banan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...