Berita Dunia Islam Terdepan

Malaysia akan menerima 3000 pengungsi Suriah

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak pada acara Dewan Umum PBB ke-70 di New York. Najib mengatakanbahwa Malaysia akan menyambut 3.000 migran Suriah selama 3 tahun ke depan.
4

NEW YORK (Arrahmah.com) – Malaysia akan membuka pintu bagi 3.000 migran Suriah selama tiga tahun ke depan untuk membantu meringankan krisis pengungsi, ungkap Perdana Menteri Najib Razak, Kamis (1/10/2015), di Majelis Umum PBB, sebagaimana dilansir oleh Channel NewsAsia.

Najib mengatakan bahwa negara-negara Muslim bertanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan rakyat Suriah yang terpinggirkan, yang meninggalkan negeri mereka dalam jumlah besar, menyebabkan tekanan sosial dan ekonomi di Eropa.

“Inilah sebabnya mengapa Malaysia selama bertahun-tahun telah mengambil banyak orang yang melarikan diri dari perang, kelaparan dan penganiayaan,” kata Najib.

“Saat ini kami memiliki ratusan ribu migran gelap, dan kami mengambil lebih banyak pada awal tahun ini ketika ada situasi kemanusiaan yang mengerikan di Laut Andaman.”

Dilaporkan bahwa sekitar empat juta pengungsi Suriah telah melarikan diri ke negara-negara tetangga sejak awal perang pada tahun 2011. Najib mengatakan bahwa diperlukan solusi internasional baru untuk menangani krisis pengungsi.

Najib juga mengatakan bahwa “kita harus menghormati kemanusiaan kita” dan jutaan warga Suriah yang melarikan diri dari negara mereka harus menjadi perhatian dunia.

“Karena hanya ketika kita melampaui silo ras dan agama, hanya ketika kita melihat foto pengungsi yang putus asa, korban perang, dan orang-orang yang hidupnya terdegradasi oleh kelaparan dan kemiskinan, dan melihat mereka bukan sebagai orang asing asing, tapi sebagai saudara-saudara kita,” kata Najib.

“Jika kita melihat foto mengerikan dari Aylan Kurdi yang berusia tiga tahun yang terdam­par dan kemudian melihat muka anak kita sendiri di wajah bocah tak berdosa itu, kita akan melakukan yang terbaik,” katanya.

“Orang-orang di seluruh dunia memohon bantuan kita. Kita tidak bisa, kita tidak boleh mengabaikannya,” tan­dasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...