Berita Dunia Islam Terdepan

Muslim Inggris tolak vaksin babi

Sebuah vaksin flu melalui hidung yang mengandung gelatin babi telah memicu kekhawatiran orang tua Muslim dimana anak-anak mereka kemungkinan bisa mendapatkan vaksin gratis yang mengandung zat yang terlarang dalam Islam.
1

LONDON (Arrahmah.com) – Sebuah vaksin flu melalui hidung yang mengandung gelatin babi telah memicu kekhawatiran orang tua Muslim dimana anak-anak mereka kemungkinan bisa mendapatkan vaksin gratis yang mengandung zat yang terlarang dalam Islam.

“Saya tidak dalam posisi untuk memberitahu kepada orang-orang apakah mereka akan membiarkan anaknya divaksin. Namun, saya memiliki tiga anak dan saya tidak akan memungkinkan mereka untuk divaksin hidung, karena keyakinan agama saya,” Konselor Syed Hussain, yang mewakili Anglesey Ward di East Staffordshire Borough Council, mengatakan kepada Burton Mail, Kamis (1/10/2015), lansir Onislam.

“Saya telah menemui banyak orang yang berada di posisi yang sama. Ini bukan untuk kebaikan yang lebih besar.”

Vaksin flu hidung diberikan kepada siswa di tahun pertama dan kedua di East Staffordshire sebagai bagian dari upaya untuk membantu melindungi mereka dari wabah flu musiman.

Kekhawatiran itu meletus saat vaksin itu diketahui mengandung gelatin babi, zat yang dilarang dalam Islam.

Dilaporkan bahwa vaksin fluk suntik yang tidak mengandung gelatin babi dianggap kurang efektif pada anak-anak yang sehat dan kurang efektif dalam mengurangi penyebaran flu di masyarakat.

Dengan adanya kekhawatiran dari orang tua Muslim, sekolah dasar di daerah itu mengirim pemberitahuan kepada para orang tua tentang program dan komponen dari vaksin itu.

Anglesey Academy Primer, di Clarence Street, Burton, mengirim pesan teks ke semua orang tua siswa sekolah itu untuk memperingatkan mereka kembali sebagai langkah pencegahan.

“Sekolah kami memiliki banyak anak-anak Muslim jadi kami mengirim peringatan kepada semua orang tua untuk memastikan bahwa mereka sepenuhnya diinformasikan,” kata Charlotte Hopkins, guru di akademi itu.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...