Berita Dunia Islam Terdepan

Erdogan: Saudi tak seharusnya disalahkan atas tragedi Mina

Presiden Recep Tayyip Erdoğan berbicara kepada media terkait tragedi Mina di İstanbul, pada Jum'at (25/9/2015).
2

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada Jum’at (25/9/2015) membela Arab Saudi dalam menghadapi kecaman internasional yang berkembang, khususnya dari Iran, atas kematian lebih dari 700 orang jamaah haji. Erdogan mengatakan bahwa para kritikus harusnya mengakui kesulitan yang dihadapi dalam mengelola peristiwa besar seperti pelaksanaan ibadah haji.

“Ada beberapa pandangan negatif terkait tragedi ini. Beberapa dari mereka menyalahkan manajemen, beberapa dari mereka mengatakan ada masalah dengan organisasi. Saya tidak berpikir bahwa pandangan tersebut sesuai,” kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul, sebagaimana dilansir oleh Sunday’s Zaman, Jum’at (25/9/2015).

Pernyataan Erdogan ini disampaikan menyusul kecaman yang berdatangan dari Iran yang menyalahkan Saudi atas tewasnya 717 orang dalam insiden desak-desakan di Mina.

“Tidak tepat jika menyalahkan Arab Saudi. Sebaliknya, saat saya melakukan haji dan umroh, saya melihat dari dekat tingkat kepekaan mereka dalam mengorganisir jemaah. Jadi saya tidak bisa mengatakan ‘penyelenggaraannya yang salah’,” kata Erdogan usai pertemuan dengan presiden Macedonia di Istanbul, sebagaimana dilansir oleh Anadolu Agency.

Selain sebanyak 717 jamaah haji yang meninggal, lebih dari 800 orang lainnya terluka dalam insiden Kamis pagi di Mina. Di antara yang meninggal itu, tiga orang berasal dari Indonesia, sisanya dari Iran, Pakistan dan Kenya.

Iran, yang merupakan rival Arab Saudi, mengecam keras Arab Saudi atas tragedi Mina, dimana banyak politisi di Teheran menunjukkan bahwa Riyadh tidak mampu mengelola pelaksanaan ibadah haji.

Ribuan warga Iran juga melakukan pawai di Teheran pada Jum’at (25/9) untuk mengecam “inkompetensi” dari Arab Saudi Saudi dalam menangani haji.

Sebanyak 131 Iran meninggal dalam tragedi itu, bersama dengan puluhan jamaah dari sejumlah negara Muslim lainnya termasuk Indonesia, Pakistan dan Kenya. Seorang pejabat Pakistan pada Jum’at (25/9) mengungkakan bahwa sebanyak 236 jamaah Pakistan masih belum ditemukan.

Kantor berita Anadolu Agency mengatakan pada Jum’at (25/9) bahwa empat jamaah Turki meninggal, sementara lima lainnya masih hilang.

“Saya meminta kepada pemerintah Arab Saudi untuk memikul tanggung jawab atas bencana ini dan memenuhi tugas hukum dan Islamnya dalam hal ini,” kata Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Iran, IRNA.

Erdogan menunjukkan sikap tidak setuju dengan pernyataan Iran.

“Mereka yang mengatakan (kritikan) itu tidak ikut menanggung beban. Peristiwa seperti ini terjadi di banyak acara di seluruh dunia. Mereka harus melihat ‘gelas setengah isi’ untuk situasi semacam ini,” kata Erdogan.

“Saya kira secara langsung menyalahkan Arab Saudi adalah tidak tepat. Setiap negara memiliki kekurangan yang sama,” lanjutnya.

Erdogan mengatakan bahwa akan sulit untuk mengelola situasi ketika kepanikan pecah seperti kerumunan besar jamaah haji yang mencoba untuk mengunjungi lokasi yang sama.

Dia mengatakan bahwa dia secara pribadi menyadari upaya pemerintah Saudi ‘untuk memperbaiki kondisi selama haji dan ia percaya bahwa kerajaan akan mengambil tindakan lebih lanjut. “Tapi menurut saya, sikap agresif menyalahkan Arab Saudi adalah tidak tepat,” tegasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...