Berita Dunia Islam Terdepan

Musibah Mina, PPIH telusuri korban jamaah Indonesia

Jamaah haji di Mina untuk melontar
4

MINA (Arrahmah.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan identifikasi korban insiden Mina yang terjadi Kamis (24/9/2015) pagi. Sejauh ini, ada tiga jemaah haji Indonesia yang dipastikan menjadi korban wafat saat ribuan jemaah haji dari berbagai negara berdesak-desakan di Jalan Arab 204, jalan menuju lokasi pelemparan jumrah (jamarat).

“Petugas bekerja 24 jam untuk menjalin komunikasi ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Mina dan Makkah untuk mengidentifikasi korban tragedi tadi pagi,” kata Menag di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9) malam, lansir Sinhat.

Dua korban wafat yang sudah berhasil diidentifikasi petugas adalah Busyaiyah Sahrel Abdul Gafar dari kloter BTH 14 asal Pontianak Kalimantan Barat dan Hamid Atwi Tarji Rofia dari kloter SUB 48 Probolinggo. Keduanya bisa dikenali berdasarkan gelang identitas dan kecocokan foto yang ada di tangan petugas. Istri korban Hamid Atwi juga sudah diberitahukan dan membenarkan data-data tentang sang suami.
Adapun satu korban lainnya masih dalam identifikasi lantaran tidak ditemukan gelang dan identitas apa pun pada jenazah yang kini berada di Rumah Sakit Mina Al-Jisr.

Menurut Menag, berdasarkan kunjungan ke salah satu rumah sakit yang dijadikan tempat rujukan para korban, kondisi rumah sakit masih crowded dengan status penanganan darurat. Karena itu, proses pencocokan data-data korban membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kendati demikian, Menag memastikan sudah ada petugas yang ditempatkan untuk mendata korban, khususnya korban yang berasal dari jemaah Indonesia.

Jalan Arab 204 tempat musibah terjadi, kata Menag, bukanlah jalur yang digunakan jamaah haji Tanah Air ke lokasi jamarat. Karenanya, keberadaan sejumlah jemaah haji Indonesia di tempat itu juga masih dalam pengumpulan informasi secara seksama. Apalagi, waktu kejadian yang diperkirakan pada pukul 07.30 waktu setempat seharusnya bukanlah waktu melempar jumrah jemaah Indonesia.

Update terakhir dari otoritas kerajaan Arab Saudi menyebut jumlah korban musibah ini telah mencapai 753 meninggal dunia dan 805 terluka. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

(azm/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...