Berita Dunia Islam Terdepan

Misi India mendapatkan Penghargaan Mutu Pengelola Haji Sangat Baik dari Kerajaan Arab Saudi

Wakil Konsulat Jenderal India dan Konsuat Haji Mohammed Noor Rahman Sheikh berbicara dalam konferensi pers di kantor MHI di Mekah, Rabu malam. Di sampingnya adalah Mohd. Shahid Alam, konsulat haji. (Foto: SG)
7

MEKAH (Arrahmah.com) – Pukul 2 pagi, Jum’at (18/9/2015), penerbangan terakhir semua jama’ah calon haji dari India di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, menurut Wakil Konsulat Jenderal dan Konsulat Haji Mohammed Noor Rahman Sheikh. Kelompok terakhir 300 peziarah dari Ranchi itu tiba dengan pesawat NAS Air, sebagaimana dilansir Saudi Gazzete.

“Misi Haji India (MHI) telah menjalankan semua pengaturan untuk memastikan kelancaran dan ibadah haji yang bebas repot. Pihak berwenang Saudi telah memuji persiapan yang sangat baik yang dibuat oleh MHI,” ujar Sheikh saat berbicara dalam sebuah konferensi pers di kantor MSI di Mekah tentang pencapaian mutu layanan lembaganya pada Rabu malam, (16/9).

Sebanyak 136.020 orang India yang melakukan haji tahun ini. 100.020 jama’ah berangkat melalui Komite Sentral Haji dan 36.000 berangkat melalui lembaga travel haji swasta atau Private Tour Operator (PTO).

Sheikh memuji pemerintah Saudi atas dukungan penuh mereka kepada para peziarah. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Saudi untuk pelayanan yang terbaik dan dukungan besarnya terhadap misi dan para peziarah, terutama bagi mereka yang terluka pada kecelakaan crane yang tragis Jum’at (lalu).”

Ia mengatakan jumlah jamaah India yang tewas dalam tragedi itu mencapai 12 orang. Tubuh peziarah yang hilang bernama Alawuddin dari Maharashtra diidentifikasi pada Selasa (15/9).

Haider Syarafuddin, peziarah hilang dari dari Maharashtra, masih belum ditemukan. Semua jamaah yang meninggal dikuburkan di Mekah. Sebanyak 31 peziarah India terluka dalam kecelakaan, 19 orang dirawat di Rumah Sakit Raja Faisal, lainnya di Rumah Sakit King Abdulaziz dan Rumah Sakit Al-Noor Spesialis. Semuanya berada dalam kondisi stabil.

Empat belas peziarah, yang menderita luka ringan, dipulangkan dari rumah sakit MHI setelah perawatan. “Kami mengerahkan dokter dan juru bahasa Arab di setiap rumah sakit pemerintah dan mereka mudah mengontakkan kami dengan staf rumah sakit. Pengaturan ini memungkinkan misi untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang kondisi jamaah,” katanya.

Sheikh mengatakan bahwa Departemen Kesehatan berwenang memberikan penghargaan kepada MHI untuk layanan yang sangat baik untuk para peziarah. “Sebuah tim inspeksi dari kementerian mengunjungi rumah sakit dan apotik kami dan mereka sangat terkesan dengan fasilitas dan layanannya,” tegasnya menambahkan bahwa pejabat kementerian memuji bahwa pengelolaan haji kami adalah yang terbaik dibandingkan semua misi pengelola haji dari negara-negara lain.

Sheikh bertemu dengan Asisten Menteri Kesehatan Dr. Hamad Muhammad Al-Dowaili di RS Al-Noor Rabu malam (16/9) dan menjelasan tentang mutu pengaturan dari sayap kesehatan MHI, yang terdiri atas 145 dokter dan 150 paramedis di dua rumah sakit dengan menyediakan 40 tempat tidur pasien, masing-masing di Mekah dan Aziziyah, di samping 13 cabang apotik.

Konsulat Haji juga mengadakan pembicaraan dengan Wakil Menteri Haji Dr. Muhammad Talal Simsim, Kamis (17/9). Pembicaraan mereka terutama difokuskan pada pengaturan yang luas dibuat untuk pergerakan sekitar 60.000 jamaah yang tinggal di Aziziyah ke Masjidil Haram untuk melakukan shalat Jum’at kemarin (18/9).

Sheikh mengatakan bahwa semua peziarah India yang datang melalui Komite Haji akan memiliki fasilitas kereta Mashair. Lebih dari 78.000 peziarah telah membeli kupon Adha’i untuk hewan kurban di bawah Proyek Pemanfaatan Daging Qurban dari Bank Pembangunan Islam (IDB).

Para peziarah telah dialokasikan ke tenda di Souk Al-Arab dan Jalan Jawhara di Mina. DiIa mengatakan bahwa kondisi kesehatan secara keseluruhan jamaah baik.

Sejauh ini, 60 peziarah telah dilaporkan meninggal dunia karena alasan medis dan usia, dan ini termasuk 12 korban kecelakaan crane dan delapan peziarah yang wafat datang melalui PTO. “Tiga jamaah dari negara bagian Uttar Pradesh melahirkan bayi di Mekah, yang satu melalui proses caesar,” katanya.

Konsulat juga menjelaskan bagaimana mereka mengoptimalkan pengaturan teknologi tinggi untuk menyebarkan informasi dan menemukan akomodasi. “Ada 36.000 aplikasi mobile diperkenalkan oleh misi haji untuk diunduh jamaah, dan ini adalah keberhasilan yang signifikan dibandingkan dengan angka 7.000 kasus [jamaah tersesat] di tahun lalu.

Keluhan yang sangat kurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Setiap kali kami menerima keluhan, kami terpaksa gunakan sistem pengalamatan yang cepat.”

Terkait akomodasi jamaah, ia mengatakan bahwa 96 persen merupakan dari unit di gedung kategori hijau dengan kamar mandi sementara dan 77 persen merupakan bangunan lengkap permanen terdapat di Aziziyah.

Ada beberapa keluhan tentang kekurangan air di beberapa bangunan dan kami menangani itu dalam kurun waktu singkat,” katanya. Sambil menjelaskan keuntungan besar dari koper terstandar diperkenalkan untuk pertama kalinya tahun ini, ia mengatakan bahwa membuat koper dengan warna yang berbeda bagi para peziarah dari berbagai negara sedang dipertimbangkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh beberapa peziarah untuk mengidentifikasi koper mereka.

Konferensi pers juga dihadiri oleh Muhammad Shahid Alam, konsululat haji yang ditunjuk, dan pejabat dari kantor misi haji Mekah. (adibahasan/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...