Berita Dunia Islam Terdepan

Gagal, tentara bayaran yang dilatih AS untuk memerangi Mujahidin Suriah hanya tersisa empat sampai lima orang

Mujahidin Jabhah Nushrah menangkap puluhan tentara yang dilatih AS tak lama setelah mereka disebar di Suriah utara. (Foto: AP)
3

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Skema AS untuk melatih oposisi Suriah untuk memerangi Mujahidin telah dicap gagal total setelah jenderal AS mengaku bahwa hanya empat atau lima dari mereka yang masih bertempur.

Kongres menyetujui dana sejumlah 500 juta USD untuk melatih dan melengkapi sekitar 5.000 pasukan oposisi yang akan membela kepentingan AS di Suriah. Namun 54 lulusan pertama telah ditangkap oleh Mujahidin Jabhah Nushrah.

Senator dari Partai Republik, Kelly Ayotte mengatakan jumlah yang tersisa adalah lelucon.

“Kami harus mengakui ini gagal total. Saya berharap tidak seperti itu, namun itu fakta,” ujar senator lainnya, Jeff Sessions seperti dilaporkan BBC pada Kamis (17/9/2015).

Jenderal Austin yang memimpin Komando Sentral militer AS (Centcom) saat tampir di depan Komite Senat Angkatan Bersenjata mengatakan bahwa saat ini jumlah pasukan yang dilatih AS hanya sejumlah kecil.

“Ini jumlah yang kecil, kita berbicara empat atau lima,” ungkapnya.

Dia mengakui bahwa jelas tidak ada cara untuk memenuhi tujuan awal merekrut 5.000 orang di tahun ini.

“Ini bisa mengambil waktu lebih lama untuk mendapatkan sesuatu, namun hanya dengan cara ini jika kita ingin mencapai efek positif dan lebih lama,” lanjutnya mengklaim.

Tampil bersamanya, Christine Wormuth, mengatakan sekitar 100 orang sedang dalam pelatihan saat ini.

Dia mengklaim alasan rendahnya jumlah pasukan yang dilatih karena adanya pemeriksaan ketat sebelum pelatihan. AS mengatakan mereka hanya ingin merekrut orang-orang yang ingin memerangi ISIS bukan pasukan rezim Suriah.

Tidak jelas apa yang terjadi pada anggota kelompok pelatihan pertama yang disebar di Suriah utara. Beberapa dilaporkan tewas, yang lainnya ditangkap sedangkan sisa dari mereka tidak diketahui kabarnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...