Berita Dunia Islam Terdepan

Dianggap kurang peduli, Saudi klaim telah menerima 2,5 juta pengungsi sejak perang Suriah

Arab Saudi baru-baru ini banyak dikritik atas tanggapannya terhadap krisis pengungsi Suriah. (Al Bawaba / File).
3

RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi telah menjadi tuan rumah bagi sekitar 2,5 juta orang Suriah sejak awal krisis melanda negara itu pada tahun 2011, ungkap Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, sebagaimana dilansir oleh Al Bawaba, Sabtu (12/9/2015).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan untuk SPA, kementerian itu mengatakan bahwa orang Suriah telah memiliki kehidupan yang layak dan normal di Kerajaan Arab Saudi seperti halnya ekspatriat lainnya.

“Kerajaan tidak memperlakukan ekspatriat Suriah sebagai pengungsi. Mereka hidup di lingkungan yang normal, bukan di kamp-kamp khusus.”

Menurut kementerian itu, orang Suriah telah diberikan izin tinggal secara legal, dan memiliki kebebasan penuh untuk melakukan perjalanan di dalam negeri.

“Selain itu, mereka diizinkan untuk belajar di sekolah-sekolah di Arab Saudi, sesuai dengan perintah dari kerajaan yang dikeluarkan pada tahun 2012.”

Kementerian itu juga menjelaskan bahwa sebanyak 100.000 warga Suriah telah terdaftar di sekolah umum. Hal ini diungkapkan dalam menanggapi laporan yang mempertanyakan peran Kerajaan Arab Saudi dalam menanggulangi krisis pengungsi Suriah.

“Semua orang Suriah di Kerajaan (Arab Saudi) menerima pengobatan gratis. Mereka diizinkan untuk bekerja di sektor swasta seperti ekspatriat lainnya,” tambah kementerian itu.

Arab Saudi telah menghabiskan dana sebesar $ 700 juta untuk membantu pengungsi Suriah, menurut angka yang tersedia selama Konferensi Donor Ketiga di Kuwait pada bulan Maret tahun ini, ungkap kementerian itu.

“Kerajaan telah memainkan peran penting dalam membantu pengungsi Suriah di Yordania dan Lebanon melalui bantuan kemanusiaan termasuk makanan, perawatan medis, obat-obatan dan pakaian,” tambahnya.

Publikasi online mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa Departemen Tenaga Kerja Atab Saudi telah mengeluarkan peraturan untuk memperbaiki statusnya para pendatang. “Ini akan menjadi bantuan besar bagi sesama pendatang Suriahku,” kata seorang pendatang Suriah di Riyadh.

“Kami telah tinggal di sini selama bertahun-tahun dan menerima santunan tidak hanya finansial dari negara ini tetapi juga pendidikan gratis bagi anak-anak kami,” ungkapnya.

Para pendatang yang tinggal bersama dengan keluarga mereka di sini akan merasakan bahwa langkah tersebut akan membantu mereka untuk menggunakan keterampilan mereka dengan baik dan mendapatkan keuntungan dari keberadaan mereka, dan itu akan menjadi situasi yang saling menguntungkan bagi mereka dan bagi negara tuan rumah.

Perintah yang dikeluarkan oleh Raja Salman itu bertujuan untuk memungkinkan departemen-departemen yang mengalami kekurangan tenaga kerja terampil untuk menggunakan keterampilan dari para pendatang dari Suriah, karena banyak dari mereka yang berpengalaman dan berkualifikasi untuk melakukan perubahan kualitatif untuk pasar lokal.

Negara-negara Barat juga telah menyadari adanya keuntungan dari penyerapan para pengungsi dari Timur Tengah, dimana banyak dari mereka yang memiliki bakat dan keterampilan, dan hal ini bisa menjadi solusi hemat biaya bagi negara-negara Barat di tengah kemerosotan ekonomi global.

Demikian pula, kedatangan pengungsi Arab bisa menjadi berkah tersembunyi bagi Kerajaan Arab Saudi dalam menghadapi penurunan harga minyak. Keterampilan profesional mereka, bersama dengan pengetahuan mereka dalam bahasa Arab, akan memberi mereka keunggulan atas ekspatriat berbahasa non-Arab.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...