Berita Dunia Islam Terdepan

Ujian seorang mualaf menggenggam aqidah Islam

Foto ilustrasi
51

SURAKARTA (Arrahmah.com) – Ini kisah nyata bukan rekayasa, adapun nama dan alamat sengaja kami samarkan demi keamanan yang bersangkutan. Sebut saja Ana, seorang mualaf yang harus berjuang menggenggam kuat aqidah Islam yang baru saja dia yakini. Ana berpindah agama dari penganut Kristen yang taat menjadi seorang Muslimah. Bapak dan ibunya yang seorang pendeta tentunya bukan hal mudah setelah kepindahan agamanya.

Saat kisah ini ditulis, Ana baru saja melahirkan anak keempat dari suaminya yang masih menganut agama Kristen (saat ini sedang proses cerai, pen). Ana harus menjalani 2 kali operasi cesar, operasi yang pertama untuk mengeluarkan bayi, operasi yang kedua untuk mengambil tindakan karena terjadi pendarahan dan luka yang serius pada bekas operasi yang pertama.

Suami Ana lepas tangan dari apa yang dialaminya, sedangkan orang tuanya meminta bantuan para pendeta untuk membiaya dua kali operasi Ana dengan total biaya Rp. 33 juta. Operasi pertama Rp.21 juta-an, adapun operasi yang kedua menghabiskan dana kurang lebih 12 juta-an.

Ternyata, ujian yang dialami Ana tidak berhenti sampai disitu, setelah operasi kedua dokter menyatakan bahwa Ana positif terkena kanker leher rahim stadium 2.

Perjalanan Ana untuk menemukan jati diri berawal ketika dia mempunyai niatan kuat untuk menjadi seorang Muslimah.

“Saya mempelajari Islam karena mulianya ajaran Islam, maka sayapun memutuskan untuk menjadi seorang Muslim,” Ana memulai kisahnya.

“Pertentangan keluarga pastinya ada, keluarga dan ibu saya yang saya cintai itupun mencampakkan saya, suamipun begitu juga. Pernah suatu ketika saya ketika shalat di rumah, saya dihajar suami saya namun saya hanya diam saja, saya pasrah hanya kepada Allah.”

Hingga suatu saat, ketika Ana sedang sujud dia ditusuk dari belakang oleh suaminya. Pun demikian Ana masih sabar, siksaan demi siksaan dia terima.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup Ana dan anak-anaknya, di pagi hari Ana menjadi buruh cuci pakaian, siang hari menjadi guru privat bahasa Inggris dan sore hari hingga malam saya kerja menjadi buruh kupas bawang.

Sungguh pekerjaan yang sangat kontras dilakukan oleh ibu ini demi menjaga aqidahnya. Dahulu, sebelum memutuskan menjadi seorang muslim, ibu muda ini bekerja di sebuah bank swasta dengan gaji yang tidak sedikit, tiap bulan lebih dari 15 juta masuk ke kantong ibu muda ini.

Ana menumpang tidur di rumah beberapa rekannya, sesekali tidur di kuburan, dan yang paling sering tidur di masjid. Tempat yang sangat tidak nyaman untuk tidur bagi dia dan anaknya.

Saat ini Ana masih mengasuh anak pertama dan kedua, sementara anak ketiga diasuh oleh tantenya yang beragama Kristen dan anak keempat yang baru berumur beberapa hari diasuh oleh ibunya yang seorang pendeta. Hal ini dilakukan karena kondisi kesehatan dan kondisi ekonomi yang dialami oleh Ana.

Subhanallah, sungguh perjuangan luar biasa yang ditempuh oleh ibu muda ini untuk menjaga aqidahnya. Hanya Allah tempat bergantung dan memohon pertolongan.

Untuk meringankan penderitaan saudari kita muallaf, yuk kita bantu Ana dan anak-anaknya menjalani hidup yang lebih layak, salurkan donasi Anda melalui rekening BNI Syariah 0359696372; BSM 7151120142; a.n. SOLIDARITAS MUSLIM.

Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 500 (lima ratus rupiah). Konfirmasi transfer: 081227182211: Nama_Alamat_Bank_Nominal Donasi. Contoh : Ahmad_Solo_BSM_100.500,-.

Apabila biaya yang diperlukan sudah tercukupi/ selesai, maka donasi dialihkan untuk program Solidaritas Muslim lainnya. Atas partisipasi dari donatur kami ucapkan terima kasih, jazakumullah khairan, semoga mendapat balasan yang lebih baik dari Allah ta’ala. (azm/*/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...